Headline.co.id, Batang ~ Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mengadakan Kongres Forum Anak ke-6 di Aula Kantor Bupati Batang pada Minggu (15/2/2026). Acara ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi anak-anak dalam menyampaikan aspirasi, ide, dan gagasan guna mendukung pembangunan daerah yang ramah anak. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong generasi muda agar berprestasi dan aktif berpartisipasi.
Kepala DP3AP2KB, Joko Prasetyo, menyatakan bahwa selama dua hari ini, Kabupaten Batang menyelenggarakan Kongres Forum Anak ke-6. Forum ini menjadi tempat bagi anak-anak Indonesia, termasuk dari Kabupaten Batang, untuk berpartisipasi dalam pembangunan. “Anak-anak harus kita dengar suaranya, mereka harus mulai berani berpartisipasi, berpendapat, bersuara, bahkan menjadi pelopor dan pelapor. Ini yang akan kita tuju sesuai dengan visi Kabupaten Batang, tentunya untuk terwujudnya kabupaten Batang yang mandiri berdaya saing menuju Indonesia emas 2045,” jelas Joko.
Untuk mencapai kabupaten yang mandiri, salah satu misi bupati adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mandiri dan berdaya saing. Oleh karena itu, pengelolaan SDM harus dimulai sejak usia anak. Pada momen yang baik ini, peran yang lebih besar diberikan kepada anak-anak. Joko menambahkan bahwa acara ini sepenuhnya dikelola oleh anak-anak, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, dengan harapan anak-anak terbiasa menyelesaikan masalah.
“Seperti pesan dari Ibu Faelasufa Faiz selaku Bunda Forum Anak Batang kemarin, yang disampaikan lewat video, ada dua hal penting bagi anak Kabupaten Batang: percaya diri dan berani, salah satunya adalah berani mengambil peran,” ungkap Joko.
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DP3AP2KB Batang, Weni Ary Susanti, menambahkan bahwa forum ini memiliki empat peran krusial: advokasi, konselor sebaya, pelopor kegiatan positif, dan pelapor. “Pelapor bukan mencari kesalahan, tapi menjadi penyambung lidah teman sebaya karena anak lebih terbuka kepada teman seumurnya,” tegas Weni.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapperida Batang, Bagus Pambudi, menyampaikan pesan Bupati bahwa tantangan masa depan tidak lagi terbatas pada batas wilayah lokal. Dengan masifnya investasi asing di Batang, anak-anak saat ini adalah calon tenaga kerja profesional di masa depan. “Anak Batang harus tekun dan pantang menyerah karena kompetisi SDM ke depan tidak hanya lokal tapi global,” tuturnya.
Sepanjang forum, isu-isu sensitif seperti pendidikan inklusif, literasi digital, hingga bahaya narkoba dibahas secara terbuka. Bagi para peserta, kongres ini adalah tempat di mana pendapat mereka benar-benar dihargai tanpa bayang-bayang penghakiman orang dewasa. “Akhirnya kami bisa ngomong jujur soal masalah sekolah dan teman,” bisik salah satu delegasi dari Kecamatan Subah dengan raut lega. Kongres Anak Batang Ke-6 ini menjadi pengingat kuat bahwa suara anak-anak bukan sekadar pemanis acara.
Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta anak yang berasal dari seluruh kecamatan, dengan masing-masing kecamatan mengirimkan minimal dua peserta, sementara Kecamatan Batang mengirimkan lebih banyak. (MC Batang, Jateng/Jumadi)





















