Headline.co.id, Karanganyar ~ Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, mengusulkan terobosan dalam mekanisme pembiayaan perawatan fasilitas Paralympic Training Center (PTC) di Karanganyar, Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan agar PTC tetap menjadi pusat pelatihan terbaik di Asia Tenggara. Dalam kunjungannya pada Sabtu (14/2/2026), Erick menekankan pentingnya skema administrasi yang fleksibel dan berkelanjutan, terutama karena perawatan fasilitas ini melibatkan kerja sama dengan pihak swasta. Ia menegaskan agar masalah birokrasi tidak menghambat pendanaan perawatan.
“Saya berharap ada terobosan mekanisme administrasi supaya pendanaan perawatan yang sudah ada kerja sama dengan swasta tidak mandek,” ujar Erick.
PTC yang terletak di kaki Gunung Lawu, Desa Delingan, Karanganyar, dibangun sejak Desember 2023 dan selesai pada Desember 2024. Fasilitas ini berdiri di atas lahan seluas 80.262 meter persegi dengan total luas bangunan 34.346 meter persegi. Kompleks ini terdiri dari gedung olahraga seluas 17.482 meter persegi dan dua tower asrama empat lantai seluas 16.864 meter persegi. Asrama tersebut memiliki 188 kamar dengan kapasitas hingga 392 atlet. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi pusat pembinaan atlet paralimpiade nasional sekaligus simbol peningkatan kualitas infrastruktur olahraga disabilitas di Indonesia.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terkait pemanfaatan fasilitas olahraga milik pemerintah pusat dan daerah agar dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Menurut Erick, komersialisasi dimungkinkan selama hasilnya diprioritaskan untuk perawatan aset. Ia menilai banyak fasilitas olahraga yang dibangun pemerintah tidak terawat optimal akibat skema pembiayaan yang tidak berkelanjutan.
Kemenpora juga membuka opsi dukungan biaya perawatan melalui mekanisme hibah. Erick menegaskan bahwa fleksibilitas pengelolaan perlu terus didorong agar aset yang dikelola organisasi olahraga, termasuk NPC, tetap terjaga sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini diharapkan memastikan PTC Karanganyar tetap berfungsi maksimal sebagai pusat pelatihan atlet paralimpiade dan mempertahankan reputasinya sebagai fasilitas unggulan di kawasan Asia Tenggara.




















