Headline.co.id, Jakarta ~ Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan komitmen Banda Aceh sebagai kota yang tangguh terhadap bencana dalam wawancara eksklusif di program Zona Inspirasi KompasTV bertajuk “Banda Aceh Tumbuh dan Tangguh”. Wawancara ini berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, di Studio KompasTV, Jakarta Pusat. Dalam perbincangan yang dipandu oleh Wandha Dwiutari, Illiza mengungkapkan bahwa pengalaman tsunami 2004 telah membentuk karakter Banda Aceh sebagai kota yang harus selalu waspada terhadap risiko bencana.
Illiza menyatakan, “Kami hidup dengan memori sejarah yang kuat. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi bagian dari komitmen kami dalam membangun Banda Aceh.” Ia menjelaskan bahwa penguatan mitigasi dilakukan secara sistematis melalui optimalisasi sembilan rumah pompa, perbaikan dan normalisasi drainase, pembangunan tanggul pantai, serta pemasangan Early Warning System (EWS) di sejumlah titik pemantauan ketinggian air.
Menurut Illiza, pembangunan ketangguhan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada sistem koordinasi dan respons cepat lintas sektor. Hal ini dilakukan di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah. “Mitigasi tidak cukup hanya dengan membangun fisik. Yang tidak kalah penting adalah sistem yang terintegrasi agar respons bisa cepat dan tepat,” ujarnya.
Saat bencana hidrometeorologi melanda Aceh pada akhir 2025, Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan layanan dasar tetap berjalan. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas rumah sakit, distribusi air bersih, serta layanan publik lainnya. Di tengah situasi tersebut, Banda Aceh juga menunjukkan solidaritas antar daerah dengan membuka donasi dan menyalurkan bantuan bagi wilayah terdampak. Illiza menambahkan, “Dulu Banda Aceh dibantu oleh banyak pihak. Hari ini, ketika daerah lain terdampak, sudah seharusnya kita juga hadir membantu.”
Menutup wawancara, Illiza menyebutkan bahwa melalui penguatan sistem mitigasi dan solidaritas regional, pemerintahannya berkomitmen membangun kota yang tangguh. Kota ini tidak hanya dibangun melalui proyek fisik, tetapi juga melalui sistem dan pelayanan yang responsif. (Riz)





















