Headline.co.id, Kubu Raya ~ Pembangunan jalan lingkar sepanjang 44 kilometer di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, kini siap dipercepat setelah pembebasan lahan selesai sepenuhnya. Jalan ini menghubungkan enam desa, yaitu Desa Pasak Tiang, Simpang Kanan, Pugu, Korek, Bengkarek, dan beberapa wilayah lainnya yang terhubung langsung dengan Jalan Trans Kalimantan.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengonfirmasi bahwa pembebasan lahan untuk proyek ini telah rampung 100 persen. Selain itu, badan jalan sudah tersedia, sehingga mendukung percepatan pembangunan lanjutan. “Untuk pembebasan lahan sudah 100 persen selesai. Secara tematik, pembangunan jalan ini sangat jelas manfaatnya, terutama dalam meningkatkan konektivitas antar desa,” ujar Sujiwo saat meninjau lokasi bersama anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Komisi V DPR RI, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kamis (12/2/2026).
Sujiwo menjelaskan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kubu Raya menjadi tantangan dalam menyelesaikan proyek tersebut. Oleh karena itu, pihaknya berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui APBN guna menyelesaikan sisa pembangunan. “Apabila jalan lingkar ini terbangun sepenuhnya, akan terjadi pergerakan ekonomi yang signifikan. Kawasan tersebut memiliki potensi besar, termasuk keberadaan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Pasak Tiang,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa masih terdapat kekurangan pembangunan infrastruktur sepanjang sekitar 13 kilometer yang perlu diselesaikan, termasuk akses menuju beberapa desa lainnya. Menurutnya, pembangunan jalan lingkar ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat melalui APBN, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. “Bapak Gubernur juga telah memberikan atensi agar pembangunan jalan ini segera diajukan dan ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Juliansyah, menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelesaian jalan lingkar tersebut. Ia menilai proyek ini sejalan dengan program prioritas nasional dan akan memberikan dampak luas bagi masyarakat. “Selain mengurai kemacetan di Jalan Trans Kalimantan, pembangunan jalan lingkar ini juga akan membangkitkan sektor pertanian, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Tuntasnya jalan ini akan menggerakkan perekonomian desa, termasuk Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.






















