Headline.co.id, Jakarta ~ Pizza merupakan salah satu menu western yang berasal dari Italia dan telah dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Makanan ini identik dengan bentuk lingkaran berdiameter sekitar 20–30 sentimeter, terdiri atas crust atau adonan dasar dari tepung terigu, saus tomat, keju, serta aneka topping. Meski kini berkembang dengan berbagai variasi modern, Italia sebagai negara asal tetap memiliki sejumlah jenis pizza khas yang mempertahankan ciri tradisionalnya.
Secara umum, pizza tersusun atas beberapa bagian utama, yakni adonan dasar (crust), saus tomat, keju, dan topping. Topping yang digunakan pun beragam, mulai dari pepperoni, ham, sosis, hingga sayuran seperti jamur, paprika, bawang, dan artichoke. Namun, di Italia sendiri, setiap daerah memiliki karakteristik berbeda dalam menyajikan pizza, baik dari segi bahan, bentuk, maupun cara penyajiannya.
Berikut ini adalah beberapa jenis pizza khas Italia yang dikenal luas dan memiliki karakter tersendiri.
Margherita
Margherita sering disebut sebagai pizza klasik Italia. Pizza ini pertama kali dibuat oleh seorang koki asal Italia bernama Raffaele Esposito pada tahun 1889. Nama Margherita diambil dari Ratu Margherita Savoy sebagai bentuk penghormatan.
Komposisi Margherita terbilang sederhana, yaitu saus tomat, keju mozzarella, daun basil, dan minyak zaitun. Perpaduan warna merah dari tomat, putih dari mozzarella, dan hijau dari basil mencerminkan warna bendera Italia. Kesederhanaan bahan justru menjadi kekuatan utama pizza ini karena menghadirkan rasa autentik yang seimbang antara asam, gurih, dan segar.
Marinara
Marinara merupakan salah satu varian pizza yang tidak menggunakan keju. Pizza ini terdiri atas saus tomat, bawang putih, oregano, dan topping anchovy atau ikan kecil. Karakter rasanya cenderung kuat dan tajam karena dominasi bawang putih dan rempah.
Berbeda dengan pizza modern yang identik dengan keju melimpah, Marinara menunjukkan bahwa pizza tradisional Italia tidak selalu bergantung pada keju sebagai bahan utama. Kesederhanaan bahan menjadi ciri khasnya.
Neapolitan
Neapolitan berasal dari Kota Napoli, Italia. Pizza ini dikenal sebagai salah satu bentuk awal pizza yang populer di kalangan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi rendah pada masa itu.
Ciri khas Neapolitan terletak pada pinggirannya yang tebal dan mengembang (puffy), sementara bagian tengahnya lebih tipis dan empuk. Topping yang digunakan umumnya berupa anchovy, mozzarella, dan tomat. Tekstur yang lembut di bagian tengah serta pinggiran yang tebal menjadi identitas utama jenis pizza ini.
Quattro Stagioni
Quattro Stagioni dalam bahasa Italia berarti “empat musim”. Pizza ini memiliki keunikan karena dibagi menjadi empat bagian, di mana setiap bagian mewakili musim yang berbeda.
Setiap sisi diisi dengan bahan berbeda, seperti mozzarella dan tomat, racikan cabai, artichoke, serta jamur. Pembagian tersebut menciptakan variasi rasa dalam satu loyang pizza. Konsep ini menjadikan Quattro Stagioni berbeda dari jenis lainnya yang biasanya menggunakan topping seragam di seluruh permukaan.
Capricciosa
Nama Capricciosa berarti “berlebihan” atau “penuh gaya”. Sesuai namanya, pizza ini menggunakan kombinasi bahan yang cukup beragam, seperti mozzarella, jamur, tomat, artichoke, dan zaitun.
Pinggiran Capricciosa cenderung tipis sehingga menghasilkan tekstur renyah. Perpaduan topping yang variatif memberikan sensasi rasa gurih dan sedikit asam dari saus tomat, menciptakan cita rasa yang kaya.
Sicilia
Pizza Sicilia atau Sicilian dikenal dengan bentuknya yang sering kali persegi panjang. Ciri khas utamanya adalah pinggiran yang tebal dan tekstur yang lebih padat dibandingkan pizza tipis.
Bahan utama yang digunakan meliputi tomat, keju, dan minyak zaitun. Dalam variasi lokal, dapat ditambahkan anchovy, sosis, atau sayuran. Karena teksturnya lebih tebal, pizza ini cenderung lebih mengenyangkan.
Pugliese
Berasal dari wilayah Puglia, pizza Pugliese memiliki pinggiran tipis dan renyah. Komposisinya terdiri dari tomat, mozzarella, bawang putih, dan daging sapi cincang.
Keunikan lainnya adalah penggunaan zaitun yang berasal dari wilayah Puglia. Cita rasa yang dihasilkan memadukan gurihnya daging dan keju dengan aroma khas bawang putih serta zaitun.
Al Taglio
Al Taglio atau dikenal juga sebagai Rustica merupakan pizza potong yang umum ditemukan di berbagai wilayah Italia. Pizza ini dipanggang dalam loyang besar, lalu dipotong sesuai pesanan.
Ciri khasnya adalah pinggiran yang tebal dan lembut. Topping yang digunakan umumnya berupa artichoke, bawang, atau irisan jamur. Bentuknya yang praktis membuat pizza ini mudah dikonsumsi.
Ai Quattro Formaggi
Ai Quattro Formaggi berarti “empat keju”. Pizza ini dibuat menggunakan campuran empat jenis keju, yaitu mozzarella, parmesan, gorgonzola, dan ricotta.
Perpaduan keempat keju tersebut menghasilkan cita rasa gurih yang kuat dan khas. Jenis ini cocok bagi penikmat keju karena menghadirkan dominasi rasa creamy dan asin yang seimbang.
Focaccia
dilansir Headline media dari pizzaarc.com, Focaccia memiliki bentuk sedikit lebih tebal dengan pinggiran empuk. Berbeda dengan kebanyakan pizza, Focaccia tidak menggunakan saus tomat maupun keju.
Pizza ini hanya dibumbui dengan bawang tumis, minyak zaitun, serta topping gurih lainnya. Karakter rasanya sederhana namun tetap kaya aroma, terutama dari minyak zaitun.
Keberagaman jenis pizza khas Italia menunjukkan kekayaan tradisi kuliner negara tersebut. Setiap varian memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi bahan, tekstur, maupun bentuk penyajian. Meski telah berkembang di berbagai negara dengan banyak inovasi, pizza tradisional Italia tetap mempertahankan identitas autentiknya sebagai warisan kuliner yang mendunia.






















