Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia telah menyetujui permintaan dari Perum Bulog untuk menggunakan stok beras nasional dalam rangka memenuhi kebutuhan lebih dari 200 ribu jamaah haji Indonesia pada tahun 2026. Dengan proyeksi stok Bulog yang melebihi 4 juta ton, seluruh kebutuhan beras bagi jamaah haji akan dipenuhi dari produksi dalam negeri dan diekspor ke Arab Saudi.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Keamanan Pangan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada Senin (9/2/2026). Pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi. “Stok Bulog Insyaallah lebih dari 4 juta ton. Karena itu, kita ingin jamaah haji kita menggunakan beras dari Indonesia,” kata Zulkifli Hasan.
Selain membahas beras, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti penguatan aspek keamanan pangan, termasuk percepatan penerapan label “Tinggi Gula” pada produk pangan olahan tertentu. Langkah ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan perlindungan kepada konsumen agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai kandungan gula dalam produk pangan.
Pemerintah juga menyepakati pembentukan satuan tugas keamanan pangan di tingkat pusat dan daerah serta percepatan regulasi melalui perubahan PP Nomor 86 Tahun 2019 menjadi PP Nomor 1 Tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan pangan nasional dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).























