Headline.co.id, Jakarta ~ Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Ulun Nuha segera bertindak menyusul bencana tanah bergerak dan longsor yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Bencana ini telah menyebabkan kerusakan signifikan dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Pemantauan di lapangan pada Jumat (6/2/2026) menunjukkan bahwa pergerakan tanah masih aktif. Ulun Nuha menegaskan bahwa pemerintah sangat memperhatikan keselamatan masyarakat, terutama para santri dan warga sekitar. “Kami berkomitmen untuk memastikan keselamatan masyarakat dan santri,” ujar Ulun Nuha dalam keterangan resmi yang diterima , Senin (9/2/2026).
Akibat runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Adalah pada Kamis (5/2/2026) menjelang tengah malam, sebanyak 590 keluarga atau 2.425 jiwa terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian. Lokasi pengungsian tersebut lain Majelis Az Zikir, Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, dan Gedung Serbaguna Desa Penujah. Khusus untuk santri, sebanyak 526 orang dipindahkan ke Pesantren Al-Adalah 2 yang berjarak sekitar 2,6 kilometer dari lokasi terdampak.
Kerusakan paling parah terjadi di Pondok Pesantren Al-Adalah 1, di mana 4 bangunan asrama, 10 ruang kelas, dan satu ruang perpustakaan mengalami keruntuhan. Pemerintah memastikan bahwa seluruh santri telah dievakuasi dengan aman sejak awal kejadian.
Dalam kesempatan tersebut, atas nama Menko PMK, Ulun Nuha juga menyerahkan bantuan darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa 200 paket sembako, 200 lembar selimut, 100 kasur lipat, dan 200 matras untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Ulun menambahkan bahwa masa tanggap darurat telah ditetapkan selama 14 hari hingga 16 Februari 2026. Selanjutnya, penyiapan hunian sementara serta perbaikan infrastruktur akan menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi guna memastikan aspek keselamatan dan kelayakan wilayah.
Terkait rencana relokasi Pondok Pesantren Al-Adalah, Ulun Nuha mengungkapkan masih terdapat kendala ketersediaan lahan. Lokasi Pesantren Al-Adalah 2 saat ini hanya memiliki lahan sekitar 5.000 meter persegi, sementara bangunan sebelumnya berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektare. “Kami sedang mencari solusi terbaik untuk masalah lahan ini,” tegas Ulun Nuha.
Pesantren tersebut merupakan satu dari 464 bangunan yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang telah terjadi di wilayah Tegal sejak Senin (2/2/2026).




















