Headline.co.id, Tanah Datar ~ Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di Sumatra Barat kembali mengadakan tradisi pacu kuda sebagai upaya melestarikan budaya lokal serta menggerakkan ekonomi dan sosial masyarakat. Acara ini ditandai dengan pelaksanaan Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional 2026 di Lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak, Batusangkar, pada Minggu, 8 Februari 2026.
Tradisi pacu kuda, yang dikenal sebagai alek anak nagari, menjadi simbol kebangkitan budaya Minangkabau setelah sempat terhenti akibat bencana alam. Acara ini berlangsung selama dua hari, dari 8 hingga 9 Februari 2026, dengan partisipasi 93 ekor kuda dari berbagai daerah di Pulau Sumatra dan Jawa.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menegaskan bahwa pacu kuda bukan hanya sekadar olahraga dan hiburan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Tanah Datar. “Pacu kuda adalah tradisi anak nagari yang sudah ada sejak lama. Setelah beberapa tahun vakum akibat bencana, tahun ini kita kembali menggelarnya sebagai bentuk kebangkitan budaya dan semangat kebersamaan masyarakat,” ujar Eka Putra.
Eka Putra juga berharap penyelenggaraan pacu kuda dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil, pedagang, dan sektor pariwisata lokal yang berkembang seiring meningkatnya kunjungan masyarakat. “Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Insyaallah pacu kuda akan kembali kita gelar pada Oktober 2026 mendatang,” tambahnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Dandim 0307 Tanah Datar Agus Priyo Pujo Sumedi, menjelaskan bahwa Pacu Kuda Wirabraja 2026 mempertandingkan pacuan nasional berpelana dan pacuan tradisional tanpa pelana. Pada hari pertama, terdapat 14 race dengan 60 ekor kuda, sementara hari kedua 15 race dengan 62 ekor kuda.
Agus Priyo Pujo Sumedi menambahkan bahwa terselenggaranya kegiatan ini berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pordasi Sumatra Barat, para donatur, serta peran aktif masyarakat. Panitia juga mengimbau seluruh penonton untuk mematuhi arahan petugas demi menjaga keamanan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Pembukaan pacu kuda diawali dengan prosesi adat berupa penyerahan gelanggang dari niniak mamak Nagari Saruaso, Baringin, dan Pagaruyung kepada pemerintah daerah, serta penyerahan bendera dari Pordasi Sumatra Barat kepada Bupati Tanah Datar sebagai simbol dimulainya kegiatan.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, kepala OPD, perwakilan BUMN dan BUMD, serta tokoh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap pacu kuda dapat terus menjadi agenda budaya berkelanjutan yang memperkuat identitas daerah dan kesejahteraan masyarakat.






















