Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri acara pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Khidmat 2025–2030 yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada 7 Februari 2026. Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 09.44 WIB dan disambut oleh Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, serta Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. KH Nasaruddin Umar.
Acara pengukuhan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan bertajuk “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”, yang dihadiri oleh sekitar 50 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua Panitia Pelaksana, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Nusron Wahid, menyatakan bahwa acara ini diadakan di tengah situasi bangsa yang sedang menghadapi berbagai ujian, seperti bencana banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya di sejumlah wilayah.
Nusron Wahid menekankan pentingnya penguatan spiritual, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kondisi seperti ini. “Doa Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa menjadi ikhtiar batiniah sekaligus pesan persatuan dan empati bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus melakukan langkah-langkah penanganan dan mitigasi bencana melalui penguatan koordinasi lintas sektor, percepatan respons darurat, serta perlindungan terhadap masyarakat terdampak.
Dalam konteks tersebut, MUI memandang pentingnya sinergi ulama dan pemerintah sebagai bagian dari ikhtiar kemanusiaan dan kebangsaan. “Sebagai mitra moral dan sosial, MUI hadir untuk memperkuat ikhtiar tersebut melalui pendekatan keagamaan, penguatan empati, serta ajakan kepada umat untuk terlibat aktif dalam solidaritas dan kepedulian sosial,” lanjut Nusron Wahid.
Rangkaian munajat dan doa keselamatan bangsa dipimpin oleh sejumlah ulama dan tokoh agama, termasuk KH Abdul Manan Ghani, KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, dan Ustadz Abdul Somad. Sementara itu, pengukuhan Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030 dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, sebagai peneguhan amanah para ulama untuk terus membimbing umat, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah berbagai tantangan kebangsaan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dari seluruh Indonesia, yang menjadi simbol kebersamaan ulama, umara, dan umat dalam merawat keselamatan serta persatuan bangsa. Melalui agenda tersebut, MUI berharap dapat menghadirkan ruang kebersamaan yang menyejukkan, meneguhkan doa dan ikhtiar bersama, serta memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa demi Indonesia yang selamat, kuat, dan bermartabat.





















