Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prospek cuaca mingguan untuk periode 6 hingga 12 Februari 2026. BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang masih akan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Februari masih termasuk dalam musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Dalam sepekan terakhir, curah hujan harian tertinggi tercatat di beberapa daerah, seperti Kalimantan Barat dengan 110,4 mm/hari, Kalimantan Selatan 99 mm/hari, dan Lampung 87 mm/hari. BMKG menjelaskan bahwa kombinasi dinamika atmosfer skala global dan regional memperkuat potensi pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Beberapa faktor yang mempengaruhi lain Monsun Asia yang masih persisten membawa massa udara basah dari daratan Asia menuju wilayah Indonesia hingga dasarian kedua Februari. Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Kelvin yang terpantau aktif juga berperan.
Siklon Tropis PENHA di Samudra Pasifik timur Filipina berdampak pada peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 98P di daratan Australia memicu potensi angin kencang dan hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) serta gelombang tinggi di perairan sekitarnya.
Untuk periode 6-8 Februari 2026, BMKG menetapkan kategori Siaga untuk potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan. Potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di Sulawesi Selatan.
Pada periode 9–12 Februari 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi meluas ke Aceh, Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Kategori Siaga pada periode ini meliputi Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Papua Pegunungan. BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruangan, termasuk perjalanan darat, laut, dan udara. Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem serta pahami langkah evakuasi, dan memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG di situs www.bmkg.go.id, aplikasi mobile Info BMKG, maupun media sosial @infobmkg.



















