Headline.co.id, Kubu Raya ~ Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, bersama Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melakukan kunjungan untuk meninjau perkembangan pembangunan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus di Kabupaten Kubu Raya pada Jumat (6/2/2026). Pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari program nasional untuk mendirikan rumah sakit tipe D di daerah terpencil yang nantinya akan ditingkatkan menjadi tipe C. RSUD Syarif Idrus adalah rumah sakit ke-10 dari total 66 unit yang direncanakan, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menkes Budi menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini adalah langkah pemerintah untuk mengatasi tiga penyakit katastropik yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yaitu stroke, jantung, dan kanker. “RSUD Syarif Idrus ini adalah satu dari sepuluh rumah sakit tipe D yang sudah kita bangun dari total target enam puluh enam unit untuk didorong menjadi tipe C. Arahan Bapak Presiden sangat jelas, kita tidak ingin ada warga yang kehilangan nyawa hanya karena jarak tempuh ke rumah sakit terlalu jauh atau biaya yang tidak terjangkau,” ujar Menkes.
Rumah sakit modern ini diharapkan dapat mengurangi waktu penanganan darurat yang selama ini terkendala oleh jarak dan biaya. RSUD Syarif Idrus akan dilengkapi dengan peralatan medis canggih seperti CT Scan dan cath lab untuk penanganan stroke dan jantung, USG ekokardiografi, pemasangan ring jantung, laboratorium patologi anatomi, mamografi, layanan kemoterapi untuk kanker, serta fasilitas hemodialisa untuk pasien ginjal kronis. “Kita membawa layanan spesialis ke depan pintu rumah masyarakat, agar pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke ibu kota provinsi,” tegas Menkes.
RSUD ini ditargetkan mulai beroperasi secara optimal pada Juni 2026, dengan pengadaan alat kesehatan modern yang dijadwalkan masuk pada Maret 2026. Gubernur Ria Norsan menyampaikan harapannya agar model rumah sakit modern ini juga dapat diterapkan di Kabupaten Sintang, yang akan menjadi pusat layanan bagi masyarakat di daerah perhuluan seperti Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, dan sekitarnya. “Kami bersyukur atas perhatian Bapak Presiden dan Pak Menkes melalui pembangunan RSUD di Kubu Raya ini. Namun, kami juga berharap rumah sakit dengan standar fasilitas secanggih ini dapat segera dibangun di Sintang. Jika di sana tersedia cath lab atau layanan kemoterapi lengkap, ribuan warga perhuluan tidak perlu menempuh perjalanan belasan jam menuju Pontianak. Ini soal efisiensi waktu yang sangat menentukan nyawa pasien,” pungkas Gubernur.
Dengan adanya RSUD modern ini, pemerintah berharap dapat memutus rantai rujukan yang panjang dan memberikan akses layanan kesehatan yang setara bagi masyarakat Kalimantan Barat, termasuk di wilayah terpencil. (rfa/nzr)





















