Headline.co.id, Muara Enim ~ Pemerintah Kabupaten Muara Enim, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bersama dengan pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait, telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani banjir yang meluas. Bencana ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan luapan Sungai Lubai pada Rabu (4/2/2026), yang berdampak pada ribuan warga di empat kecamatan, yaitu Gunung Megang, Benakat, Lubai Ulu, dan Rambang.
Secara rinci, sebanyak 4.566 kepala keluarga di 13 desa terdampak oleh bencana ini. Menindaklanjuti instruksi langsung dari Bupati Muara Enim, H. Edison, penanganan banjir segera diimplementasikan dengan menurunkan personel BPBD ke titik-titik terdampak. Langkah darurat yang dilakukan mencakup pendataan kerusakan dan korban, evakuasi warga rentan seperti balita dan lansia, serta membantu proses pembersihan rumah warga dan fasilitas umum dari lumpur dan material banjir.
Selain aksi tanggap darurat, strategi penanganan banjir juga mencakup upaya jangka menengah. Pemkab Muara Enim terus mengoptimalkan fungsi sistem drainase dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pemulihan pascabanjir berjalan cepat dan dampak lanjutan dapat diminimalisir. Meskipun kondisi banjir saat ini telah berangsur surut, pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya di daerah rawan, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat ancaman hujan masih ada.
Bupati Muara Enim, bersama Wakil Bupati, secara berkelanjutan memantau perkembangan di lapangan, memastikan proses penanganan banjir berjalan efektif, dan seluruh bantuan serta dukungan sampai kepada warga yang membutuhkan.





















