Headline.co.id, Gorontalo ~ Pemerintah Provinsi Gorontalo sedang memperkuat persiapan untuk pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dengan meningkatkan koordinasi bersama pemerintah pusat. Kunjungan kerja Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gorontalo, Aryanto Husain, ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Kamis, 5 Februari 2026, menjadi langkah konkret dalam mematangkan dukungan dan penyelarasan program untuk acara nasional yang akan berlangsung pada 20–25 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Aryanto Husain menyerahkan surat resmi dari Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, untuk memperkuat permohonan dukungan. KKP menyatakan komitmennya untuk mendukung kesuksesan PENAS KTNA XVII 2026 dan akan mengintensifkan koordinasi lintas unit kerja, baik di pusat maupun daerah.
Acara berskala nasional ini direncanakan mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional”. Berbagai inovasi akan ditampilkan, termasuk sistem budidaya modern, teknologi percepatan produksi komoditas unggulan, serta penerapan standar jaminan mutu dan keamanan pangan produk perikanan.
Koordinasi ini tidak hanya fokus pada persiapan acara, tetapi juga membahas program strategis jangka panjang untuk penguatan sektor kelautan dan perikanan Gorontalo. Pembahasan meliputi pengembangan infrastruktur rantai dingin (cold chain) melalui pembangunan pabrik es dan cold storage, percepatan sertifikasi mutu untuk UMKM pengolahan ikan, serta perluasan pasar untuk komoditas unggulan seperti tuna, tongkol, cakalang, dan rumput laut. Proposal bisnis untuk pembangunan pabrik es portabel juga diajukan dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, progres Program Kampung Nelayan Merah Putih yang bertujuan menata kawasan pesisir secara terintegrasi turut dikonsultasikan. Program ini tidak hanya membangun sarana prasarana, tetapi juga meningkatkan kapasitas SDM nelayan dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Bappenas untuk membahas penguatan ekonomi biru. Fokus dialog meliputi integrasi program Blue Carbon dan implementasi Proyek LAUTRA di pesisir Gorontalo, yang menitikberatkan pada pemanfaatan ekosistem mangrove dan lamun sebagai aset ekologis bernilai ekonomi. Isu lingkungan juga diangkat melalui sinergi Program SEBASA (Laut Bebas Sampah), yang dirancang untuk melibatkan aktif nelayan dan masyarakat pesisir dalam menjaga kebersihan laut sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.
Melalui serangkaian konsultasi ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Tujuannya tidak hanya untuk menyukseskan PENAS 2026, tetapi juga mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan nelayan serta masyarakat pesisir Gorontalo.




















