Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sektor jasa keuangan sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 yang berlangsung di Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya reformasi sektor keuangan dan pasar modal untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang terus berubah.
Menko Airlangga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid, dengan capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam empat kuartal terakhir dan lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara utama lainnya. “Pertumbuhan ini menjadi momentum untuk menjaga kekuatan ekonomi ke depan,” ujar Airlangga.
Pemerintah juga menekankan pentingnya reformasi di sektor pasar modal, termasuk percepatan demutualisasi bursa dan peningkatan batas minimum saham beredar. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, pemerintah mendukung pembentukan satuan tugas lintas pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan reformasi berjalan sesuai target.
Dalam upaya meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian riil, Menko Airlangga menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan bagi sektor-sektor padat karya seperti industri tekstil dan manufaktur. Pemerintah juga terus mendorong mobilisasi pembiayaan untuk program prioritas nasional, termasuk pengembangan Koperasi Merah Putih dan fasilitas pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang diambil untuk memperkuat sektor keuangan Indonesia. Menko Airlangga menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa sinergi pemerintah, OJK, Bank Indonesia, dan pelaku industri akan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kepercayaan pasar.






















