Headline.co.id, Tanah Datar ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meresmikan hunian sementara (huntara) di Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh pada Kamis (5/2/2026). Sebanyak 84 unit huntara kini siap ditempati oleh warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut. Peresmian ini juga dilakukan serentak di beberapa lokasi lain di Provinsi Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, termasuk di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tanah Datar, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menekankan pentingnya upaya pemulihan pascabencana yang terarah dan ditangani oleh pihak-pihak yang memiliki kompetensi teknis. Dalam pembangunan huntara ini, BNPB melibatkan warga setempat dengan membentuk kelompok kerja (pokja) untuk memastikan proses berjalan lancar. Data penerima huntara juga telah terdata dengan baik, sehingga warga dapat menerima hunian sesuai hak mereka.
Muhazir, warga Gampong Ulee Rubek Timu, menyampaikan rasa terima kasihnya atas peresmian huntara di daerahnya. “Para warga bekerjasama untuk melakukan pendataan cepat untuk selanjutnya diserahkan kepada perangkat desa,” ujar Muhazir. Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, pembangunan huntara ini juga memperhatikan tata ruang berbasis risiko bencana agar tidak berada di zona rawan.
Huntara yang dibangun diharapkan dapat mendukung keberlanjutan layanan dasar masyarakat, seperti akses air bersih dan sanitasi. Pemulihan sektor hunian dianggap sebagai fondasi utama dalam membangun kembali ketahanan komunitas pascabencana, baik secara sosial maupun ekonomi. BNPB menargetkan agar seluruh korban banjir tidak lagi tinggal di tenda pengungsian dan proses ini diharapkan selesai sebelum Ramadan. Pengungsi akan dipindahkan ke hunian sementara, sementara sebagian lainnya akan tinggal sementara di rumah saudara atau keluarga.
Secara keseluruhan, direncanakan akan dibangun sebanyak 2.449 unit huntara di Aceh Utara. Dengan koordinasi lintas sektor yang solid, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan mampu memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa mendatang.




















