Headline.co.id, Sleman ~ Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kapanewon Sleman resmi dibuka oleh Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Sleman, Rustini, pada Selasa (3/2/2026) di Puri Mataram Drono, Kalurahan Tridadi. Acara ini mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Ekonomi melalui Transformasi Digital Didukung Tata Kelola Pemerintahan yang Berintegritas” dan bertujuan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sleman tahun 2027.
Musrenbang tersebut dihadiri oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Nunuk Haryati, serta 61 peserta dari berbagai unsur, termasuk Kapanewon Sleman, lima kalurahan di wilayahnya, lembaga kemasyarakatan, dan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Sleman. Nunuk Haryati menekankan bahwa RKPD 2027 merupakan bagian dari siklus Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Sleman.
Nunuk juga menyampaikan bahwa usulan kegiatan yang belum dapat diinput melalui sistem masih bisa diajukan secara tertulis kepada Bappeda. Forum ini menjadi kesempatan penting bagi setiap kalurahan untuk mengajukan usulan anggaran pembangunan. Beberapa rincian usulan anggaran yang diajukan lain Kalurahan Tridadi sebesar Rp324 juta, Trimulyo Rp423 juta, Triharjo Rp325 juta, Pandowoharjo Rp325 juta, dan Caturharjo Rp325 juta. Sementara itu, Kapanewon Sleman mengajukan usulan sekitar Rp274 juta.
Panewu Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan, memberikan apresiasi atas pelaksanaan musyawarah ini. Ia menegaskan bahwa Musrenbang mempermudah koordinasi dan pendampingan perencanaan pembangunan di tingkat kapanewon maupun kalurahan. “Musrenbang ini adalah hasil proses panjang, mulai dari musyawarah di tingkat padukuhan, kalurahan, pra-Musrenbang, hingga puncaknya hari ini,” ujarnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang mencapai 50 persen, Rasyid menyebutkan perlunya diskusi mendalam dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk melalui skema PUPR, Pokir, BKK, dan Dana Keistimewaan. Ia juga menyampaikan kabar baik mengenai diterimanya bantuan dua ekor sapi dari kementerian untuk Kapanewon Sleman, yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
Acara yang dipandu oleh Panewu Anom, Ari Triyono, ini juga menyisipkan pesan peduli lingkungan. Rustini selaku pembawa acara menyatakan bahwa kegiatan ini sengaja tidak menggunakan backdrop sebagai bentuk komitmen mengurangi sampah sekali pakai yang sulit terurai.



















