Headline.co.id, Banggai ~ Pemerintah Kabupaten Banggai memanfaatkan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Nisfu Sya’ban sebagai kesempatan penting untuk memperkuat nilai spiritual dan kesiapan sosial masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah. Hal ini disampaikan oleh Bupati Banggai, Amirudin, saat menghadiri Pengajian Akbar di Halaman Masjid At-Taqwa, Desa Saiti, Kecamatan Nuhon, pada Selasa (3/2/2026).
Pengajian Akbar yang mengangkat tema “Merajut Taqwa dalam Kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW” ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari Kecamatan Nuhon, Simpang Raya, dan Bunta. Kehadiran masyarakat yang begitu antusias menunjukkan kuatnya tradisi keagamaan dan semangat kebersamaan umat Islam di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Amirudin menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan historis, tetapi juga sumber nilai yang penting untuk membangun ketahanan moral dan spiritual masyarakat. “Isra Mi’raj adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu. Peringatan ini mengingatkan kita akan pentingnya shalat sebagai fondasi keimanan. Insyaallah kita akan segera memasuki Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah, sehingga ini menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ketakwaan,” ujar Amirudin.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan nilai keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, berdaya saing, dan harmonis.
Pengajian Akbar tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Encep Sahabudin, yang dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk mengambil teladan dari perjalanan Isra Mi’raj sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah Swt. Menurutnya, Isra Mi’raj mengajarkan nilai kesabaran, ketabahan, dan keimanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai ujian, yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara personal maupun sosial. “Perjalanan Isra Mi’raj adalah pengingat bahwa setiap ujian hidup harus dihadapi dengan iman yang kuat dan keyakinan penuh kepada Allah,” tuturnya.
Melalui kegiatan keagamaan ini, Pemerintah Kabupaten Banggai berharap nilai-nilai spiritual dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, seiring dengan upaya membangun kehidupan sosial yang religius, rukun, dan berorientasi pada kemajuan daerah.


















