Headline.co.id, Bener Meriah ~ Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengadakan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh untuk menangani dan memanfaatkan kayu hanyutan akibat bencana hidrometeorologi. Pertemuan ini bertujuan mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Diskusi tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bener Meriah pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, memimpin pertemuan yang dihadiri oleh Kepala DLHK Aceh, A. Hanan, beserta Kepala UPTD KPH Wilayah VI, Cut Regina, dan jajaran terkait. Direktur Peringatan Dini BNPB, Berton Pandjaitan, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bener Meriah turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya meninggalkan tumpukan kayu hanyutan di beberapa alur sungai dan area terbuka di Bener Meriah. Situasi ini memerlukan penanganan terpadu untuk mencegah risiko lingkungan dan bencana lanjutan. Dalam pertemuan tersebut, beberapa fokus utama dibahas, termasuk percepatan pembersihan alur sungai untuk mencegah banjir susulan, aspek legalitas pemanfaatan kayu hanyutan, serta upaya mitigasi lingkungan agar tetap sesuai dengan regulasi kehutanan.
Pemanfaatan kayu hanyutan untuk pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana menjadi salah satu poin penting yang disepakati untuk ditindaklanjuti secara teknis dan administratif. Bupati Tagore Abubakar menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dalam mengelola material sisa bencana agar tidak menjadi beban lingkungan baru, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.
Direktur Peringatan Dini BNPB, Berton Pandjaitan, menyampaikan pandangan strategis mengenai penguatan pengelolaan risiko bencana, termasuk pentingnya sistem peringatan dini yang lebih efektif untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. DLHK Aceh menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan teknis dan administratif terkait status dan pemanfaatan kayu hanyutan, mengingat lokasi temuan berada di wilayah yang bersinggungan dengan kawasan hutan dan aliran sungai lintas wilayah.






















