Headline.co.id, Agam ~ Pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Agam menunjukkan kemajuan signifikan dengan diresmikannya enam jembatan Bailey dan Armco. Jembatan-jembatan ini dibangun untuk memulihkan akses masyarakat yang terdampak bencana, sehingga mempercepat pemulihan mobilitas, layanan publik, dan aktivitas ekonomi warga. Peresmian jembatan ini dipusatkan di Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, pada Rabu (28/1/2026).
Dengan tambahan ini, total jembatan pascabencana yang telah selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat di Kabupaten Agam mencapai tujuh unit. Ini termasuk satu jembatan Armco di Kecamatan Malalak yang lebih dulu selesai dibangun. Enam jembatan yang baru dioperasikan tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Raya dengan satu jembatan Bailey dan tiga jembatan Armco, Kecamatan Matur dengan satu jembatan Bailey, serta Kecamatan Canduang dengan satu jembatan Bailey. Seluruh jembatan ini menjadi penghubung vital antarwilayah yang sebelumnya terputus akibat bencana.
Kasdam XX/Tanjungpura, Brigjen TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo, yang meresmikan jembatan tersebut, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pascabencana. “Ini menjawab arahan Bapak Presiden bahwa negara hadir untuk rakyat. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri. Pemulihan infrastruktur, termasuk jembatan, adalah fondasi agar kehidupan warga kembali normal,” ujar Brigjen TNI Heri.
Menurutnya, tersambungnya kembali akses transportasi akan memperlancar aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga mobilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Ia juga menyampaikan bahwa ke depan masih terdapat sejumlah titik jembatan dan infrastruktur penting lain, termasuk fasilitas pendidikan, yang akan ditangani secara bertahap. “Dengan akses yang kembali terbuka, roda perekonomian dapat bergerak kembali. Gangguan akibat bencana diharapkan dapat segera teratasi,” tambahnya.
Kasdam XX/TIB turut mengapresiasi sinergi kuat pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang memungkinkan percepatan pembangunan jembatan di tengah keterbatasan pascabencana. Sementara itu, Bupati Agam yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi, menegaskan bahwa pembangunan jembatan tidak sekadar membangun struktur fisik, melainkan menjadi simbol kebangkitan dan harapan masyarakat.
“Jembatan ini kembali menghubungkan kehidupan masyarakat. Anak-anak bisa bersekolah, petani dan pedagang mengangkut hasil usahanya, serta layanan kesehatan menjangkau warga tanpa hambatan. Akses ini sangat dibutuhkan untuk bangkit,” ujar Lutfi. Sekdakab Agam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, hingga masyarakat, atas kerja cepat dan koordinasi solid dalam percepatan pembangunan jembatan.
“Kepedulian dan kebersamaan ini menjadi bukti bahwa dalam menghadapi bencana, kita tidak pernah berjalan sendiri,” katanya. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun, mengingat fasilitas tersebut merupakan aset bersama sekaligus simbol perjuangan kolektif dalam melewati masa sulit pascabencana. Dengan kembali terbukanya akses penghubung antarwilayah, Pemerintah Kabupaten Agam berharap pemulihan ekonomi masyarakat berlangsung lebih cepat, kehidupan sosial kembali normal, dan semangat kebangkitan warga semakin kuat.




















