Headline.co.id, Siham Hamda Zaula Mumtaza ~ mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil menyelesaikan ujian skripsi pada Kamis (29/1) di salah satu ruang kuliah fakultas tersebut. Siham, yang merupakan mahasiswa angkatan 2019 dan penyandang Autis Asperger, menyelesaikan skripsi berjudul “Tingkah Laku Harian Domba Ekor Tipis di Pusat Penelitian Ternak Fakultas Peternakan UGM”. Ujian tersebut dihadiri oleh tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Ir. Riyan Nugroho Aji, S.Pt., M.Sc., IPP., dan Ir. Hamdani Maulana, S.Pt., M.Sc., IPP.
Setelah ujian, Siham merasa lega meskipun masih harus melakukan beberapa revisi minor. Dengan selesainya ujian ini, Siham semakin dekat untuk meraih gelar sarjana peternakan, yang merupakan impiannya sejak kecil. Ia memilih program studi Ilmu Peternakan karena sesuai dengan kesehariannya di Jepara, di mana keluarganya telah beternak kambing dan domba sejak 2017. Dalam penelitiannya, Siham meneliti domba ekor tipis selama 30 hari berturut-turut. “Kesulitannya justru di pengolahan data menggunakan SPSS karena itu hal baru bagi saya, jadi hampir tiga bulan saya belajar untuk menunjang penelitian,” ujarnya pada Jumat (30/1).
Siham mengenang saat diterima sebagai mahasiswa baru pada tahun 2019. Meskipun bahagia diterima di UGM, perjalanan kuliahnya tidak lepas dari tantangan, termasuk kuliah daring yang panjang dan minimnya pertemuan tatap muka. Tantangan terbesar baginya adalah kendala komunikasi, terutama saat praktikum di mana ia beberapa kali memerlukan pendampingan untuk pengarahan.
Selain aktif dalam perkuliahan, Siham juga terlibat dalam Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM sejak semester pertama. Ia merasa nyaman di komunitas tersebut karena bisa berbagi cerita dengan sesama mahasiswa penyandang disabilitas. “Di sini kami saling membantu. Setiap tahun ajaran baru selalu ada mahasiswa difabel baru, saya sering bertugas mengenalkan dan berbagi cerita ke mereka,” tuturnya.
Di akhir, Siham menyampaikan pesan kepada teman-teman penyandang disabilitas agar tetap semangat dan tidak menyerah dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, kehilangan motivasi adalah hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti. “Pokoknya teman-teman disabilitas jangan putus asa dan jangan gampang down,” tegasnya.
Siham, yang berasal dari Jepara, adalah penerima beasiswa Bidikmisi dan telah didiagnosa Autis Asperger sejak sekolah dasar. Ia sensitif terhadap suara keras, tetapi kondisi ini membentuknya menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Dosen pembimbingnya, Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., menyatakan bahwa mahasiswa seperti Siham hanya perlu dipahami pendekatan belajarnya. “Hal-hal detail yang mungkin terlewat oleh orang lain, Siham justru mampu memahami dengan baik,” ujarnya.
Vitri, sapaan akrab Prof. Tri Satya Mastuti Widi, menambahkan bahwa motivasi Siham untuk mempertanggungjawabkan skripsinya sangat tinggi, meskipun proses penulisan memerlukan pendampingan lebih lama. Dukungan keluarga, terutama dari pakdhe, budhe, dan sepupu yang tinggal bersamanya, sangat berperan dalam keberhasilannya. Selain itu, keterlibatan Siham di Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM juga mendukung kelancaran studinya.




















