Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan prioritas penting bagi BPOM untuk mendorong kemajuan bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BPOM yang diadakan pada Kamis (29/1/2026).
Acara tersebut bertajuk “Inspirational Woman Talk” dengan tema “Empowered Women, Powerful Change”. Fokus utama dari acara ini adalah pemberdayaan perempuan dan peningkatan peran strategis mereka, terutama dalam memanfaatkan media digital untuk mengembangkan usaha di bidang farmasi dan pangan olahan. Taruna Ikrar menyoroti ketangguhan perempuan yang terlihat dari peran biologis dan sosial mereka, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan.
Menurut data BPOM, hampir 70 persen dari Sumber Daya Manusia (SDM) di lembaga tersebut adalah perempuan. Selain itu, peran perempuan juga dominan di sektor usaha, dengan sekitar 4,2 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang obat dan makanan yang mayoritas dikelola oleh perempuan.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM, Elfi Taruna Ikrar, berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi lahirnya ide, kolaborasi, dan keberanian perempuan untuk terus berkembang. “Perempuan yang berdaya akan melahirkan perubahan yang kuat dan berdampak luas, tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga nilai bagi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum DWP Kementerian Kesehatan, Ida Rachmawati Budi G. Sadikin, menilai BPOM telah membuka ruang yang luas bagi penguatan peran perempuan. “Melalui berbagai program, kegiatan, dan jaring yang telah dilakukan, saya berharap BPOM tidak hanya menjadi lembaga pengawas, tetapi juga turut memperkuat kapasitas perempuan di bidang kesehatan, keamanan pangan, dan keberlanjutan industri,” ungkapnya.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, juga menyatakan bahwa perempuan Indonesia berperan penting sebagai ujung tombak pembangunan nasional. “Perempuan Indonesia memiliki kekuatan besar yang mampu menjadi sumber inspirasi,” katanya. Ia menambahkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan siap berkolaborasi dengan BPOM dalam pelatihan, pembinaan, serta penciptaan lapangan kerja melalui program tenaga kerja mandiri.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengapresiasi BPOM yang telah membuka ruang pendekatan berbasis komunitas dan edukasi publik. Menurutnya, BPOM memiliki potensi besar untuk menjadi role model lembaga teknis yang responsif gender, baik dalam tata kelola internal maupun pelayanan publik. “Saya melihat potensi besar BPOM untuk menjadi role model lembaga teknis yang responsif gender,” ujar Menteri PPPA.




















