Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat untuk memperbaiki akses jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Upaya ini bertujuan untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan akses dasar menjadi prioritas utama dalam situasi bencana. “Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan,” ujar Menteri PU dalam keterangannya di Jakarta, pada Rabu (28/1/2026).
Banjir bandang yang terjadi pada Jumat malam (23/1/2026) disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Pemalang dan lereng timur Gunung Slamet. Luapan Sungai Comal dan Sungai Blambangan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah jembatan dan ruas jalan yang menjadi jalur utama mobilitas dan distribusi logistik.
Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta telah mengerahkan personel dan alat berat sejak hari pertama laporan diterima. Peralatan yang dikerahkan termasuk excavator, wheel loader, crane, dump truck, serta jembatan darurat bentang 30 meter dan armco untuk membuka akses sementara di wilayah terdampak Pemalang.
Kepala BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menyatakan bahwa fokus penanganan adalah pembukaan akses tanggap darurat. “Kami bersama pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Jembatan Bailey akan dipasang di beberapa titik agar akses darurat dapat segera difungsikan, sembari kami mendetailkan langkah penanganan lanjutan,” katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 25 jembatan terdampak di Kabupaten Pemalang, dengan 13 jembatan terputus total. Sejumlah jembatan tersebut merupakan akses utama aktivitas masyarakat dan ekonomi desa.
Sementara itu, untuk penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Purbalingga, BBPJN Jateng–DIY juga mengerahkan alat berat berupa buldozer dan dump truck, serta memobilisasi tambahan excavator guna mempercepat pembersihan dan pembukaan jalur terdampak.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah menetapkan status tanggap bencana di beberapa desa terdampak, khususnya di Kecamatan Karangreja dan Mrebet. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan mobilisasi alat berat sesuai kebutuhan di lapangan, agar penanganan banjir dan longsor berjalan optimal,” tambah Moch Iqbal.
Kementerian PU memastikan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan guna mempercepat penanganan darurat, menjaga konektivitas wilayah, serta mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di daerah terdampak.




















