Headline.co.id, Batang ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang terus berupaya menangani dampak tanah longsor yang terjadi di Dusun Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Longsor ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang menyebabkan material tebing menjadi tidak stabil. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajri, menjelaskan bahwa material tanah yang basah tidak mampu menahan beban, sehingga longsor terjadi dan berdampak langsung pada permukiman warga.
Akibat dari kejadian ini, dua rumah warga terdampak langsung, dengan satu rumah hancur total dan satu lainnya mengalami kerusakan sebagian. Selain itu, terdapat sekitar 14 rumah lain yang terancam karena lokasinya yang dekat dengan tebing rawan longsor. “BPBD mencatat hampir 700 warga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko longsor susulan. Sebanyak 259 warga mengungsi ke rumah kerabat di wilayah Dieng, sementara 430 warga lainnya bertahan di pengungsian yang berada di wilayah Desa Pranten, tepatnya di Dusun Macet,” jelas Fajri.
BPBD bersama lintas sektor telah menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Bantuan tersebut meliputi 6 selimut, 5 kasur lipat, 5 matras, serta 5 higiene kit. Selain itu, BPBD juga menyerahkan satu unit gergaji mesin (chainsaw) baru kepada pemerintah desa untuk membantu penanganan material pohon dan kayu di lokasi terdampak. “Memang banyak wilayah yang membutuhkan peralatan seperti ini, tetapi Desa Pranten saat ini sangat mendesak, sehingga kami koordinasikan dan kirimkan satu unit baru. Dapur umum juga telah didirikan di balai desa yang dikelola secara mandiri oleh warga bersama relawan,” ungkapnya.
Fajri menambahkan bahwa pemerintah daerah sebenarnya sudah merencanakan relokasi bagi 10 rumah di kawasan rawan tersebut sejak sekitar tiga tahun lalu. Namun, saat itu baru dua keluarga yang bersedia pindah. “Pasca kejadian ini, kami akan kembali berdiskusi dengan warga agar relokasi bisa direalisasikan demi keamanan jangka panjang,” pungkasnya. BPBD berharap, bantuan logistik yang telah disalurkan dapat meringankan beban para pengungsi, sembari menunggu kondisi benar-benar aman dan langkah penanganan lanjutan ditetapkan pemerintah daerah.


















