Headline.co.id, Sumenep ~ Pemerintah Kabupaten Sumenep berupaya mempercepat penurunan angka stunting melalui pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Kebijakan ini ditegaskan dalam Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 2 Tahun 2026 tertanggal 23 Januari 2026, sebagai tindak lanjut dari program nasional Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Program Genting merupakan inisiatif strategis nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk individu sebagai orang tua asuh, komunitas, organisasi masyarakat, akademisi, dan dunia usaha. Tujuannya adalah untuk mendampingi keluarga yang berisiko stunting secara berkelanjutan dan terukur.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menjelaskan bahwa program Genting diarahkan untuk memberikan intervensi langsung kepada balita berisiko stunting dan keluarganya. Intervensi ini mencakup bantuan peningkatan gizi, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan keluarga.
“Melalui Genting, balita berisiko tengkes diharapkan mendapatkan dukungan gizi dan kesehatan, sementara keluarganya memperoleh edukasi pengasuhan dan bantuan pendukung lainnya. Program ini diprioritaskan bagi keluarga berisiko stunting yang masuk kategori miskin sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting,” ujar Ellya, Senin (26/1/2026).
Ellya mengakui bahwa stunting masih menjadi persoalan kesehatan yang kompleks dan multidimensi, sehingga penanganannya memerlukan pendekatan holistik, integratif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi dari semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mempercepat penurunan stunting di daerah.
Melalui gerakan ini, masyarakat dan pemangku kepentingan didorong untuk berperan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dengan berbagai bentuk dukungan. Bantuan nutrisi, misalnya, dapat diberikan selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) berupa makanan siap santap kaya protein hewani, kudapan bergizi, telur, atau susu formula dengan skema dan durasi yang telah ditetapkan.
Selain bantuan nutrisi, Genting juga mencakup dukungan non-nutrisi, seperti perbaikan rumah agar layak huni, perbaikan jamban, penyediaan akses air bersih, serta edukasi pencegahan stunting bagi remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga penguatan kapasitas ekonomi keluarga.
Ellya menambahkan bahwa bantuan dapat disalurkan melalui berbagai mekanisme, lain donasi uang melalui Baznas, penyaluran telur dan susu melalui Dinkes P2KB, atau langsung oleh orang tua asuh setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi tim pengendali Genting. Di tingkat desa, fasilitasi bantuan juga dapat dilakukan melalui Kampung Keluarga Berkualitas, Kampung KB Dahsat, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK).
“Gerakan ini membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat. Dengan kepedulian dan keterlibatan bersama, kita berharap penurunan stunting di Kabupaten Sumenep dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” tandasnya.
Bagi masyarakat dan pemangku kepentingan yang berminat menjadi Orang Tua Asuh, informasi pendaftaran dapat diakses melalui hotline 0851-9619-4120 atau melalui laman pelaporan nasional peduligenting.kemendukbangga.go.id. Program Genting diharapkan menjadi penguat gerakan kolektif dalam mewujudkan generasi Sumenep yang sehat, cerdas, dan berkualitas.




















