Headline.co.id, Aceh Timur ~ Warga Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, kini dapat kembali menikmati akses transportasi yang normal setelah Jembatan Bailey di Gampong Baroh Bugeng selesai dibangun. Jembatan darurat ini mengembalikan konektivitas penting Gampong Baroh Bugeng dan Peulawi yang sempat terputus akibat banjir besar pada akhir November 2025.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Aceh, Muthalamuddin, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut telah diresmikan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, pada Kamis (15/1/2026). Kehadiran jembatan ini dianggap sangat penting untuk memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. “Dengan terbangunnya jembatan ini, masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk mobilitas harian dan kegiatan ekonomi,” ujar Muthalamuddin, Jumat (16/1/2026).
Pembangunan jembatan bailey ini didukung oleh Kementerian Pertahanan dan dilaksanakan oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia. Jembatan tersebut memiliki panjang 13 meter dan lebar 4 meter, dirancang untuk mendukung kendaraan dan pejalan kaki secara aman dalam fase pemulihan pascabencana.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan pembangunan delapan jembatan bailey ke pemerintah pusat. Saat ini, prioritas difokuskan pada dua titik di Kecamatan Nurussalam, yaitu Baroh Bugeng dan Gampong Seneubok Rambong.
Selain itu, Pemkab Aceh Timur juga mengusulkan pembangunan jembatan gantung di kawasan Simpang Jernih yang menghubungkan Gampong Batu Sumbang dengan Pantai Kera, guna menjawab kebutuhan akses di wilayah dengan karakteristik tanah yang tidak memungkinkan pembangunan jembatan bailey. “Tidak semua lokasi memungkinkan dibangun jembatan bailey karena kondisi konstruksi tanah. Karena itu, jenis infrastruktur yang dibangun harus menyesuaikan kondisi wilayah,” jelas Iskandar Usman Al-Farlaky.
Pemkab Aceh Timur memastikan akan terus memetakan kondisi jembatan-jembatan kritis di wilayahnya dan mengajukan dukungan ke pemerintah pusat secara berkelanjutan. Langkah ini diambil agar pembangunan infrastruktur darurat dapat segera dilakukan, demi menjamin keselamatan warga dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat pascabencana.
Rampungnya Jembatan Bailey Baroh Bugeng menjadi bagian dari upaya terpadu pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir, sekaligus memastikan konektivitas desa tetap terjaga sebagai fondasi pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh Timur.




















