Headline.co.id, Bantul ~ Dua pelajar yang menjadi korban dugaan tindak penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK) di depan Resto Bukit Indah, Dusun Plesedan RT 04, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 12.57 WIB, dilaporkan mengalami luka ringan. Informasi terbaru disampaikan Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kepada headline.co.id secara tertulis. Korban mengalami pemukulan di beberapa bagian wajah setelah dihentikan pelaku di tepi jalan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
Iptu Rita menjelaskan, korban pertama berinisial RBA (13), warga Condongcatur, Sleman, mengalami pemukulan sebanyak dua kali di bagian bawah mata kiri. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar ringan.
“Korban RBA mengalami pemukulan di bawah mata kiri sebanyak dua kali yang mengakibatkan memar ringan,” tulis Iptu Rita dalam keterangan resminya kepada headline.co.id.
Sementara itu, korban kedua berinisial MAR (14), warga Kalasan, Sleman, mengalami satu kali pukulan di bagian bibir hingga menyebabkan luka robek.
“Untuk korban MAR, mengalami pemukulan satu kali di bagian bibir yang mengakibatkan luka robek,” lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa penganiayaan terjadi saat kedua korban berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario warna hitam bernomor polisi AB-6090-ON, melaju dari arah Putat Patuk, Gunungkidul, menuju Sleman. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga dibuntuti oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu.
Saksi mata, Danil Gumilang W (33) dan Dini Alvianti (35), melihat pelaku memepet kendaraan korban sejak wilayah Putat Patuk. Setibanya di depan Resto Bukit Indah, korban dihentikan oleh pelaku dan langsung mengalami penganiayaan.
“Berdasarkan keterangan saksi, pelaku memepet kendaraan korban, kemudian menghentikan korban di depan Resto Bukit Indah dan langsung melakukan penganiayaan,” jelas Iptu Rita.
Usai menerima laporan, petugas piket fungsi Polres Bantul mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pencarian saksi-saksi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan untuk langkah penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor ke pihak berwajib guna membantu pengungkapan kasus.
“Polisi masih mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan tambahan untuk mengidentifikasi pelaku,” pungkas Iptu Rita.



















