Headline.co.id, Pontianak ~ Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mendukung pelayanan publik dan daya saing daerah. Komitmen ini dibahas dalam Podcast bertema “Membangun SDM Kalbar yang Tangguh, Adaptif, dan Berdaya Saing” yang diselenggarakan di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar pada Kamis (15/1/2026).
Podcast tersebut menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, dan Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, sebagai narasumber, dengan dipandu oleh Pimpinan Direksi Inside Pontianak, Wati Susilawati. Harisson menekankan bahwa kualitas ASN sangat menentukan keberhasilan pembangunan daerah, karena ASN merupakan motor penggerak pemerintahan.
“Kalau ASN tidak mampu berkolaborasi dan mengerahkan seluruh potensi daerah, maka tujuan besar pembangunan Kalbar tidak akan tercapai. ASN adalah motor penggerak pembangunan,” tegas Harisson. Ia juga menekankan pentingnya perubahan mindset ASN sebagai pelayan publik dengan berlandaskan nilai ASN BerAKHLAK.
“ASN adalah abdi negara dan abdi masyarakat. Orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, dan profesionalisme harus benar-benar menjadi budaya kerja,” ujarnya. Dalam menghadapi era digital dan kecerdasan buatan, Harisson menekankan perlunya peningkatan kompetensi dan penguasaan teknologi.
“ASN harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, jangan sampai kalah dengan AI. ASN harus terus belajar agar mampu memberi pelayanan terbaik,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan dan layanan dasar.
“Pelayanan harus cepat, mudah, nyaman, murah, dan mudah diakses. Digitalisasi menjadi kunci, dan ASN harus mampu memanfaatkannya,” jelasnya. Tak lupa, Sekda Kalbar mengajak ASN menjaga kesehatan sebagai bagian dari profesionalisme kerja.
“Cukup 30 menit olahraga setiap hari dapat meningkatkan kesehatan, semangat, dan produktivitas ASN,” tutupnya. Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalbar Windy Prihastari menegaskan peran BPSDM sebagai pusat pembentukan karakter dan kompetensi ASN.
“BPSDM adalah kawah candradimuka ASN. Di sinilah ASN digembleng agar menjadi pelayan publik yang profesional,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pengembangan ASN kini dilakukan dengan metode yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk melalui digitalisasi, virtual learning, dan media podcast.
Pengembangan SDM ASN juga dilakukan berbasis kebutuhan nyata perangkat daerah dan selaras dengan kebijakan nasional. “Kami menggunakan pendekatan bottom up serta berkoordinasi dengan BPSDM Kemendagri agar program pusat dapat diterapkan sesuai kebutuhan Kalbar,” ungkapnya.
Windy menambahkan, pada tahun 2026 BPSDM Kalbar akan melaksanakan diklat penyusunan policy brief bagi pejabat pimpinan tinggi. “Pelatihan ini bertujuan melatih ASN mendiagnosis masalah, melihat peluang, dan melahirkan inovasi kebijakan yang tepat sasaran,” pungkasnya.
Ke depan, pengembangan ASN tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi akan disertai monitoring dan evaluasi kinerja. “Pelatihan tidak hanya soal sertifikat, tetapi akan diukur dampaknya terhadap peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan,” tutup Windy.
Melalui penguatan mindset, peningkatan kompetensi, dan pemanfaatan digitalisasi, Pemprov Kalbar optimistis mampu mewujudkan ASN yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing demi pelayanan publik yang semakin profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.























