Headline.co.id, Kulonprogo ~ Wisata Tumpeng Menoreh di kawasan perbukitan Menoreh, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati panorama alam, kuliner, sekaligus pengalaman sunrise dan sunset dari ketinggian sekitar 950 mdpl. Destinasi ini dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah karena menawarkan pemandangan empat gunung sekaligus, yakni Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing, dengan konsep restoran dan spot observasi alam. Tumpeng Menoreh mulai dikenal luas sejak diresmikan pada Mei 2021 oleh musisi Erix Soekamti bersama pemuda lokal Gelangprojo. Akses menuju lokasi dapat ditempuh sekitar 1,5–2 jam dari pusat Kota Yogyakarta melalui jalur Nanggulan–Dekso–kawasan perbukitan Menoreh, dengan kondisi jalan menanjak dan berkelok namun sudah beraspal.
Sebagai jurnalis traveler, kunjungan ke wisata Tumpeng Menoreh bukan sekadar melihat keindahan alam, tetapi juga memahami konsep, filosofi, manfaat sosial, serta kualitas layanan yang ditawarkan destinasi ini. Perpaduan antara lanskap alami, arsitektur unik, dan pengelolaan berbasis masyarakat menjadikan Tumpeng Menoreh layak direkomendasikan sebagai tujuan wisata unggulan di Kulon Progo.
Mengenal Wisata Tumpeng Menoreh, Ikon Baru Perbukitan Kulon Progo
Nama Tumpeng Menoreh tidak muncul tanpa makna. Bangunan utama restoran ini berbentuk heksagonal menyerupai tumpeng dan dibangun di kawasan kebun Menoreh. Secara visual, desain tersebut menciptakan kesan ikonik sekaligus Instagramable, dengan latar lanskap pegunungan dan lembah yang terbentang luas.
Pendiri Tumpeng Menoreh, Erix Soekamti, menjelaskan bahwa penamaan ini memiliki filosofi mendalam. “Kenapa dinamakan Tumpeng Menoreh? Karena kita memiliki bukit di belakang yang berbentuk seperti tumpeng dan letaknya di Bukit Menoreh,” jelas Erix. Ia menambahkan, “Filosofi dari tumpeng kan doa, orang-orang Jawa biasanya menggunakan tumpeng untuk media bersyukur. Harapannya Tumpeng Menoreh bisa menjadi doa dan harapan bagi semua orang.”
Kawasan wisata ini berada di wilayah yang dikenal sebagai Gelangprojo, sebuah kawasan yang meliputi tiga kabupaten sekaligus, yaitu Kulon Progo, Purworejo, dan Magelang. Konsep pengembangannya diarahkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.
Daya Tarik Utama Wisata Tumpeng Menoreh
Keunggulan utama wisata Tumpeng Menoreh terletak pada panorama alamnya. Dari puncak area rooftop yang luas, pengunjung dapat menikmati pemandangan 360 derajat berupa lembah hijau dan siluet empat gunung besar. Pada pagi hari, kabut tipis kerap menyelimuti lembah, menciptakan suasana dramatis yang sangat diminati pemburu foto dan penikmat sunrise. Sementara saat sore hingga senja, gradasi warna langit menjadi daya tarik tersendiri.
Bangunan utama yang menyerupai tumpeng juga menjadi magnet visual. Struktur ini dirancang terbuka, sehingga pengunjung tetap dapat menikmati hembusan angin pegunungan dan panorama sekitar saat bersantap. Tidak sedikit wisatawan yang memanfaatkan area dek observasi untuk berfoto, membuat konten media sosial, atau sekadar menikmati ketenangan alam.
Pengalaman Langsung Menikmati Suasana di Ketinggian
Perjalanan menuju wisata Tumpeng Menoreh memang menantang. Jalanan menanjak, berkelok, dan relatif sempit, terutama ketika kendaraan berpapasan. Namun, rasa lelah selama perjalanan terbayar lunas saat tiba di lokasi. Udara terasa lebih sejuk, aroma pepohonan dan tanah basah menyegarkan pernapasan, serta pemandangan terbuka langsung menyambut dari berbagai sudut.
Di pagi hari, suasana terasa sangat tenang. Wisatawan biasanya datang sebelum subuh untuk mengejar momen matahari terbit. Cahaya keemasan perlahan muncul di balik siluet gunung, sementara awan bergerak pelan di lembah. Pada siang hari, panorama hijau tampak jelas dengan langit biru yang bersih. Sedangkan sore hingga malam hari menghadirkan nuansa romantis dengan cahaya matahari terbenam dan lampu-lampu restoran yang menyala hangat.
Keunggulan ini menjadikan wisata Tumpeng Menoreh tidak hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga lokasi refleksi, relaksasi, dan rekreasi yang menenangkan.
Lokasi dan Rute Menuju Wisata Tumpeng Menoreh
Secara administratif, alamat wisata Tumpeng Menoreh berada di Sumbersari, Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta dan dapat ditempuh sekitar 1,5–2 jam perjalanan.
Rute yang umum dilalui adalah dari Tugu Jogja menuju arah barat hingga Ring Road Barat, lalu lurus ke Nanggulan. Dari perempatan Nanggulan, belok kanan menuju Dekso, kemudian belok kiri mengikuti jalan utama hingga memasuki jalur perbukitan yang menanjak dan berkelok. Ikuti petunjuk arah menuju Tumpeng Menoreh, lalu ambil arah kanan pada jalan sempit beraspal hingga lokasi berada di sisi kiri jalan.
Bagi pengunjung yang tidak membawa kendaraan besar, tersedia ojek wisata dari area parkir bawah menuju puncak. Jalur ini relatif aman, meskipun tetap membutuhkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional
Untuk menikmati wisata Tumpeng Menoreh, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp50.000. Harga ini sudah termasuk voucher makanan atau minuman yang dapat ditukarkan di area restoran. Biaya parkir kendaraan pribadi juga terjangkau, yakni sekitar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Jam operasional umumnya dimulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB, meskipun dalam beberapa periode restoran dapat beroperasi lebih panjang. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pukul 05.30–06.30 WIB untuk menikmati sunrise, dengan rekomendasi datang lebih awal agar mendapatkan posisi terbaik di area observasi.
Menu Kuliner Khas di Wisata Tumpeng Menoreh
Sebagai destinasi kuliner di ketinggian, Tumpeng Menoreh menghadirkan beragam menu khas Jawa yang sederhana namun menggugah selera. Beberapa menu yang menjadi favorit antara lain nasi goreng sambal terasi, ayam ingkung, gudeg, wedang uwuh, teh jahe, kopi lokal, serta camilan tradisional seperti pisang goreng dan jadah bakar.
Rentang harga menu berkisar antara Rp25.000 hingga Rp75.000, sehingga relatif terjangkau untuk wisata dengan panorama premium. Voucher dari tiket masuk dapat langsung digunakan untuk menukar salah satu menu yang tersedia. Dari sisi kualitas rasa, penyajian mengedepankan cita rasa tradisional yang akrab di lidah, dengan porsi yang cukup mengenyangkan.
Penginapan dan Opsi Menginap di Sekitar Tumpeng Menoreh
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia beberapa pilihan penginapan di sekitar kawasan wisata Tumpeng Menoreh. Villa Tumpeng Menoreh menjadi pilihan utama karena menawarkan pemandangan langsung ke perbukitan, cocok untuk keluarga maupun rombongan kecil. Selain itu, terdapat homestay dan glamping di wilayah Samigaluh dengan tarif mulai sekitar Rp300.000 per malam.
Alternatif penginapan juga tersedia di kawasan Nglanggeran dan Borobudur, dengan jarak tempuh relatif dekat. Pemesanan disarankan dilakukan jauh hari, terutama saat akhir pekan atau musim liburan.
Paket Wisata Tumpeng Menoreh, Solusi Praktis untuk Wisatawan
Bagi wisatawan yang menginginkan perjalanan praktis, tersedia paket wisata Tumpeng Menoreh Jogja dengan harga mulai sekitar Rp275.000 per orang untuk minimal lima peserta. Paket ini umumnya mencakup transportasi pulang-pergi ber-AC, tiket masuk, voucher kuliner, air mineral, serta opsi dokumentasi dan pemandu lokal.
Itinerary singkat biasanya meliputi penjemputan di hotel atau stasiun, perjalanan menuju Kulon Progo, eksplorasi area Tumpeng Menoreh, santap makan di restoran ketinggian, sesi foto, dan kembali ke pusat kota Yogyakarta. Paket ini cocok untuk wisata keluarga, perjalanan romantis, maupun gathering komunitas.
Fasilitas Penunjang dan Kenyamanan Pengunjung
Dari sisi fasilitas, wisata Tumpeng Menoreh tergolong lengkap. Tersedia mushala, toilet bersih, area merokok, area parkir, serta jalur pejalan kaki yang cukup aman. Pengelolaan area dilakukan secara rapi, dengan kebersihan lingkungan yang terjaga, sehingga mendukung kenyamanan wisatawan.
Keamanan juga menjadi perhatian, terutama di area rooftop dan jalur naik-turun. Petugas lokal siap membantu pengunjung, terutama saat kondisi ramai atau cuaca kurang bersahabat.
Nilai Sosial dan Keberlanjutan Wisata
Pengembangan wisata Tumpeng Menoreh tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Erix Soekamti menegaskan bahwa pengembangan kawasan Gelangprojo bertujuan membantu masyarakat setempat mengangkat potensi wisata daerah. Dengan melibatkan pemuda lokal, destinasi ini menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi warga, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pendekatan ini memperkuat aspek kepercayaan dan kredibilitas destinasi, karena wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan lokal secara berkelanjutan.
Kesimpulan: Wisata Tumpeng Menoreh, Perpaduan Alam, Budaya, dan Kuliner
Wisata Tumpeng Menoreh layak menjadi salah satu destinasi unggulan di Kulon Progo bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda. Panorama empat gunung, konsep arsitektur unik, sajian kuliner khas, fasilitas memadai, serta nilai sosial yang kuat menjadikan tempat ini tidak sekadar objek wisata, melainkan ruang apresiasi alam dan budaya.
Dengan akses yang semakin dikenal, harga tiket terjangkau, serta pengalaman visual dan emosional yang berkesan, wisata Tumpeng Menoreh menawarkan nilai lebih bagi pelancong. Bagi siapa pun yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota, menikmati udara sejuk pegunungan, dan mengabadikan panorama spektakuler, destinasi ini patut masuk dalam daftar perjalanan berikutnya.




















