Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi saat ini telah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Hal ini penting untuk keberlangsungan layanan publik, sehingga pembangunan dan pengelolaan infrastruktur telekomunikasi harus dipandang sebagai kepentingan bersama. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Nezar Patria menjelaskan bahwa pengalaman di lapangan menunjukkan peran vital jaringan telekomunikasi dalam kehidupan masyarakat, terutama saat terjadi bencana. “Satu hal yang baru kita sadari sangat penting pada hari ini yaitu jaringan telekomunikasi. Saya juga di sana baru sadar kalau jaringan telekomunikasi itu sama pentingnya dengan listrik dan air,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tanpa jaringan yang berfungsi, berbagai kebutuhan dasar masyarakat akan terganggu. “Di saat bencana, kita sering kali baru menyadari bahwa infrastruktur telekomunikasi bukan sekadar kabel, menara, atau perangkat teknis, tapi dia sudah menjadi semacam nadi kehidupan,” ujarnya.
Wamenkomdigi menilai bahwa kualitas infrastruktur telekomunikasi sangat menentukan arah transformasi digital nasional dan pertumbuhan ekonomi digital. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk tidak menganggap infrastruktur telekomunikasi sebagai objek komersial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan sebagai infrastruktur kritis yang perlu dijaga bersama.
Nezar Patria juga menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam pemerataan infrastruktur telekomunikasi nasional. Harmonisasi ini bertujuan agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas. “Harmonisasi regulasi bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menyangkut pemenuhan hak dasar masyarakat untuk tetap terhubung dan mendapatkan layanan publik yang layak,” tutupnya.





















