Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru saja menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Provinsi Papua dan Provinsi Papua Pegunungan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan dan tantangan pembangunan di wilayah timur Indonesia, sesuai dengan arahan Presiden. Theofransus Litaay, Dewan Penasehat Analisis Papua Strategis, menyampaikan hal ini dalam sebuah pernyataan resmi.
Di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, pada Kamis (15/1/2026), Wapres Gibran meninjau program makan bergizi gratis untuk peserta didik dan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Ia juga berdialog langsung dengan pelajar dan guru untuk mendapatkan informasi langsung mengenai kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan di Papua.
Selain pendidikan, Wapres Gibran juga menaruh perhatian pada penguatan ekonomi lokal, terutama sektor perikanan yang menjadi andalan masyarakat di Wilayah Adat Saireri. Di Pasar Ikan Fandoi, ia menyaksikan peran penting nelayan lokal dan menilai keberadaan cold storage yang dibangun pada era pemerintahan Jokowi sebagai aset ekonomi yang signifikan. Fasilitas ini memungkinkan penyimpanan hasil tangkapan dengan baik untuk distribusi yang lebih luas. Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga memberikan bantuan sosial yang disambut baik oleh para nelayan.
Kunjungan berlanjut ke Wamena, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan, di mana Wapres Gibran berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembentukan provinsi baru ini diharapkan dapat memfokuskan penyerapan anggaran untuk mempercepat pembangunan, mengingat beberapa kabupaten di wilayah ini masih memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang perlu ditingkatkan.
Di Wamena, Wapres Gibran menggunakan pendekatan komunikasi sosial melalui olahraga dengan bermain sepak bola bersama remaja dan pejabat setempat. Aktivitas ini disambut hangat oleh masyarakat dan memunculkan harapan untuk pembangunan fasilitas olahraga prestasi di masa depan. Selain itu, Wapres juga menyoroti produk unggulan daerah, yaitu kopi Papua, dengan harapan dapat membuka akses pasar yang lebih luas untuk varian kopi khas seperti kopi Wamena, Nduga, dan Yahukimo.
Dari sisi pendanaan, pemerintah menunjukkan perhatian melalui pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang semakin akuntabel di bawah pengawasan Kementerian Keuangan, dengan perhatian khusus pada perempuan dan masyarakat adat. Analisis Papua Strategis (APS) berharap pemerintah pusat terus memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah melalui pelatihan dan pertukaran pengetahuan dengan daerah lain yang pelayanannya sudah maju.
Peningkatan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, dan infrastruktur fisik-digital sangat diperlukan, termasuk perbaikan rumah sakit provinsi dan pembangunan rumah sakit kabupaten yang berkualitas. Khusus untuk Papua Pegunungan, di mana sebagian besar masyarakat bergerak di bidang pertanian tradisional, penguatan ekonomi desa dengan fokus pada pemberdayaan perempuan petani menjadi krusial. Kehadiran penyuluh pertanian khusus wilayah pegunungan dan pembukaan fakultas pertanian pegunungan di Wamena diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi lokal seperti Hipere dan ubi yang telah lama dikonsumsi masyarakat Lembah Baliem.




















