Headline.co.id, Jakarta ~ Banyak pengguna ponsel mengeluhkan iklan pop up yang terus muncul dan mengganggu aktivitas harian saat berselancar di internet maupun menggunakan aplikasi. Fenomena ini terjadi pada berbagai merek dan tipe ponsel, terutama Android, dan dapat disebabkan oleh aplikasi tertentu, malware, hingga praktik penipuan digital. Mengacu pada penjelasan Avast, AVG, dan Asurion, iklan tersebut muncul karena model bisnis pengembang aplikasi maupun celah keamanan perangkat. Pengguna dapat mengatasinya dengan pembaruan sistem, pemasangan pemblokir iklan yang tepercaya, serta menghapus aplikasi mencurigakan.
Gangguan iklan pop up kerap dirasakan pengguna saat membuka aplikasi gratis, mengunjungi situs tertentu, atau setelah mengunduh aplikasi baru. Dalam banyak kasus, iklan sebenarnya menjadi bagian dari strategi monetisasi pengembang aplikasi.
Seperti dikutip dari Avast, “beberapa pengembang aplikasi menghasilkan uang dari pengiklan yang muncul sebagai iklan pop up. Jadi, iklan tersebut adalah bagian dari keuntungan milik pengembang aplikasi.” Artinya, kemunculan iklan tidak selalu berbahaya selama masih dalam batas wajar dan berasal dari aplikasi resmi.
Namun, AVG menjelaskan bahwa iklan yang muncul sesekali masih dapat dianggap normal dan bahkan relevan dengan kebutuhan pengguna. “Iklan pop up yang sesekali muncul mungkin bisa bermanfaat dan sesuai target pasar,” demikian keterangan AVG. Masalah muncul ketika iklan tampil terlalu sering, menutupi layar, atau mengarahkan pengguna ke situs mencurigakan.
Dalam kondisi tersebut, ada tiga potensi penyebab utama yang perlu diwaspadai, yakni adware, penipuan, dan malware.
Adware biasanya masuk ke ponsel secara diam-diam ketika pengguna mengunjungi situs web yang tidak aman atau tanpa sengaja mengklik tautan tertentu. Beberapa situs bahkan terlihat normal, misalnya menampilkan survei atau unduhan gratis, padahal di baliknya terdapat skrip iklan yang agresif.
Selain itu, iklan pop up juga bisa menjadi bagian dari modus penipuan digital. Jika iklan acak tiba-tiba muncul di layar Android dan menampilkan peringatan virus palsu atau hadiah tertentu, pengguna diminta untuk berhati-hati. Taktik ini bertujuan memancing korban agar mengklik tautan dan memasukkan data sensitif, termasuk informasi keuangan, yang berpotensi disalahgunakan untuk pencurian identitas.
Sementara itu, malware merupakan perangkat lunak berbahaya yang dapat merusak sistem atau mencuri data. Malware dapat masuk melalui aplikasi palsu, situs web tidak aman, hingga file unduhan yang tidak diverifikasi. Dalam beberapa kasus, malware juga memicu munculnya iklan pop up secara terus-menerus.
Untuk mengurangi risiko dan menghentikan gangguan iklan, pengguna disarankan melakukan beberapa langkah pencegahan dan penanganan.
Langkah pertama adalah memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara rutin. Pembaruan ini berfungsi menutup celah keamanan dan memperbaiki bug yang bisa dimanfaatkan oleh adware atau malware. Pengguna dapat membuka Google Play Store, masuk ke menu Kelola Aplikasi dan Perangkat, lalu memperbarui aplikasi yang tersedia.
Langkah berikutnya adalah memasang aplikasi pemblokir iklan pop up dari sumber tepercaya. Meski efektif mengurangi gangguan, pengguna perlu selektif karena tidak semua aplikasi pemblokir aman. Beberapa justru berpotensi menjadi aplikasi mata-mata. Oleh karena itu, disarankan hanya mengunduh aplikasi dengan reputasi baik dan ulasan positif di Google Play.
Jika iklan tiba-tiba meningkat setelah mengunduh aplikasi tertentu, pengguna dapat menghapus aplikasi tersebut. Mengutip Asurion, cara ini efektif untuk mengidentifikasi sumber masalah. “Hapus aplikasinya dan lihat apakah iklan pop up yang muncul berkurang,” demikian saran dari Asurion.
Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur Play Protect di Google Play Store untuk memindai aplikasi yang bermasalah. Jika sistem menyatakan aplikasi aman, maka kemungkinan besar bukan aplikasi tersebut yang menjadi sumber iklan.
Dengan memahami penyebab dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, pengguna dapat menjaga keamanan data sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam menggunakan ponsel. Kesadaran terhadap risiko adware, penipuan, dan malware menjadi kunci utama agar aktivitas digital tetap aman dan terpercaya.





















