Headline.co.id, Blangkejeren ~ Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengadakan rapat koordinasi untuk menyesuaikan data akhir terkait kerusakan dan kerugian akibat bencana alam pada Senin (12/1/2026). Rapat ini bertujuan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan akurat dan terintegrasi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menekankan pentingnya memiliki database yang valid sebagai kunci utama dalam penanganan bencana di masa depan. Ia menegaskan bahwa semua data harus dimasukkan ke dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) agar dapat dijadikan acuan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. “R3P menjadi acuan Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kalau datanya tidak masuk ke R3P, tentu ini tidak bisa dibantu,” ujar Suhaidi saat memimpin rapat koordinasi bersama kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di Umah Pitu Ruang Pendopo Bupati.
Bupati juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam pendataan agar tidak ada data yang terlewat atau terjadi kesalahan. Menurutnya, setelah 46 hari pascabencana, seluruh wilayah terdampak sudah dapat dijangkau sehingga tidak ada lagi alasan keterbatasan akses dalam pengumpulan data. “Sekarang kita tidak butuh lagi sekadar jumlah. Yang kita butuhkan adalah laporan detail, mulai dari jumlah kerusakan, koordinat lokasi, kondisi sebelum dan sesudah kejadian, hingga estimasi kerugian. Itu yang dibutuhkan untuk semua bidang,” jelasnya.
Ia meminta seluruh SKPK segera melengkapi data beserta bukti pendukung yang diperlukan. Data tersebut harus segera disampaikan kepada Pemerintah Aceh untuk diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah pusat, termasuk kepada Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana.
Sementara itu, Wakil Bupati Gayo Lues, Maliki, menegaskan bahwa pemutakhiran data harus dilakukan secepat mungkin agar dapat segera dikirim sesuai tenggat waktu. “Data ini adalah pekerjaan kita ke depan. Kita harus bekerja keras dalam beberapa hari ini. Artinya, meskipun ada tugas lain, pendataan ini harus menjadi prioritas karena menyangkut masa depan kita,” tegas Maliki.






















