Headline.co.id, Banda Aceh ~ Pemerintah pusat mengambil langkah cepat dalam memulihkan layanan administrasi kependudukan di Aceh yang terdampak bencana. Melalui pendekatan jemput bola, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengirimkan tim layanan serta menyediakan sarana dan prasarana ke empat daerah, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kota Langsa.
Inisiatif ini dipimpin oleh Teguh Setyabudi, Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, sebagai bagian dari upaya memastikan hak identitas penduduk tetap terjamin meskipun dalam situasi pascabencana dan keterbatasan infrastruktur. Selama empat hari, mulai Senin (12/1/2026) hingga Kamis (15/1/2026), tim Ditjen Dukcapil melakukan kunjungan langsung ke kantor Disdukcapil setempat, membuka posko layanan lapangan, serta berdialog dengan pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan perekaman dan pencetakan dokumen kependudukan kembali normal.
“Kehadiran kami bukan simbolik. Dukcapil selalu berada di garis depan pelayanan publik. Negara tidak boleh absen dalam menjamin hak identitas warga, sekalipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana,” ujar Teguh Setyabudi, Selasa (13/1/2026).
Sebagai bentuk dukungan nyata, Ditjen Dukcapil memberikan hibah peralatan perekaman dan pencetakan KTP elektronik senilai Rp421 juta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Armia Fahmi dan akan diikuti penyaluran serupa ke tiga daerah lainnya. Selain perangkat operasional, setiap daerah juga menerima tambahan 4.000 keping blanko KTP-el untuk mempercepat layanan bagi masyarakat yang kehilangan dokumen akibat bencana.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kota Langsa tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan mereka. Dengan dukungan perangkat yang kami bawa, layanan perekaman dan pencetakan dokumen bisa kembali berjalan optimal,” tambah Teguh.
Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Untuk Kabupaten Aceh Timur, Ditjen Dukcapil menyerahkan printer CR707E, ribbon, film, serta perangkat pembersih. Kota Langsa menerima dua unit printer KTP-el lengkap dengan perlengkapannya. Sementara Kabupaten Aceh Utara mendapatkan dukungan paling lengkap, termasuk mobile enrollment, printer, perangkat jaringan berbasis satelit, panel surya, hingga 8.000 keping blanko KTP-el.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan Disdukcapil daerah, terutama dalam menghadapi kendala listrik dan jaringan pascabencana. Melalui intervensi langsung ini, Ditjen Dukcapil menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan layanan adminduk serta memastikan seluruh warga tetap terlindungi hak konstitusionalnya atas identitas hukum yang sah.






















