Headline.co.id, Banda Aceh ~ Prajurit TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Pembangunan ini dilakukan sebagai respons terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor yang memutus akses transportasi di wilayah tersebut. Upaya ini bertujuan untuk memulihkan akses transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan ini dilaksanakan di kawasan Jamur Ujung, yang terletak pada jalur strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Jalur ini merupakan akses penting yang menghubungkan beberapa kabupaten dan menjadi jalur utama pergerakan masyarakat serta distribusi logistik. Jembatan Jamur Ujung 1 dibangun dengan tipe Bailey 3-1 sepanjang 36 meter atau 15 petak, menggunakan material dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan dukungan dari Yonzikon 13/KE serta Yonzikon 14/SWS.
Sebanyak 60 personel dari satuan Menzikon, yang terdiri dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS, dikerahkan dalam pengerjaan jembatan ini. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada Januari 2026 dan berhasil dirampungkan lebih cepat dengan progres mencapai 100 persen pada 7 Januari 2026.
Sementara itu, Jembatan Jamur Ujung 2 dibangun dengan tipe Bailey 2-1 (Akropanel) dengan panjang 24 meter atau 8 petak. Material jembatan berasal dari Denzipur 3/ATD. Pengerjaan jembatan ini melibatkan personel dari Yonzikon 13/KE sebanyak 27 orang dan Yonzikon 14/SWS sebanyak 17 orang. Jembatan Jamur Ujung 2 juga berhasil diselesaikan sesuai target dengan progres 100 persen pada 11 Januari 2026.
Umar, salah seorang warga setempat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras prajurit TNI yang telah membangun kembali jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak jembatan terputus akibat banjir bandang, aktivitas warga menjadi sangat terbatas, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan keperluan sehari-hari.
Ia menuturkan bahwa keberadaan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Dengan rampungnya pembangunan jembatan, mobilitas warga kembali normal dan roda perekonomian perlahan dapat bergerak kembali. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan solusi nyata atas kesulitan yang dialami warga pasca bencana.
Umar berharap sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam di masa mendatang. Ia juga mendoakan agar seluruh prajurit TNI senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Rampungnya dua jembatan Bailey di Jamur Ujung ini menjadi bukti nyata peran aktif TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.




















