Headline.co.id, Pekanbaru ~ Sebanyak 6.000 penari berpartisipasi dalam pemecahan rekor Tari Zapin Massal di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, pada Minggu (11/1/2026). Acara ini tidak hanya mencatatkan prestasi budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Di balik kemegahan acara yang diakui oleh Museum Rekor Dunia Indonesia, puluhan pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada ribuan pengunjung yang hadir. Puluhan tenda UMKM berjejer di halaman Kantor Samsat Gajah Mada, menawarkan beragam produk kuliner dan kerajinan lokal, menciptakan suasana pasar rakyat yang meriah di tengah perhelatan budaya tersebut.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini adalah Rozita, pemilik usaha kuliner Itiak Lado Mudo Kak Ros. Produk olahan bebek khas Sumatra Barat yang ia tawarkan menarik perhatian pengunjung dengan cita rasa pedas segar berbahan cabai hijau. Rozita menjelaskan bahwa produknya dikemas dalam bentuk beku agar praktis dan tetap menjaga kualitas rasa hingga dikonsumsi di rumah. “Para pembeli tidak perlu memasak ulang. Cukup dipanaskan, sudah bisa dinikmati bersama keluarga,” ujarnya.
Setiap kemasan berisi setengah ekor bebek berukuran sedang dengan harga Rp100 ribu per porsi. Rozita menilai harga tersebut sepadan dengan kualitas bahan dan resep tradisional yang digunakan. Menurutnya, partisipasi dalam kegiatan budaya berskala besar seperti Tari Zapin Massal menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar UMKM. Selain dijual pada acara tersebut, produknya juga tersedia di sejumlah gerai oleh-oleh di Pekanbaru.
Penyelenggaraan acara ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian tradisi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sinergi budaya dan UMKM dinilai menjadi salah satu kunci penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Pemecahan rekor Tari Zapin Massal di Pekanbaru pun menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi lokal, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.





















