Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meresmikan hasil revitalisasi 24 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada tahun 2025. Pada kesempatan yang sama, Atip juga meresmikan SMA Negeri 11 Tasikmalaya sebagai sekolah baru di Kecamatan Bungursari, Minggu (11/1/2026).
Atip menekankan bahwa pendirian SMA Negeri 11 Tasikmalaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan menengah di wilayah tersebut. Sebelumnya, Kecamatan Bungursari merupakan satu-satunya dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya yang belum memiliki SMA negeri. “Kehadiran SMA Negeri 11 Tasikmalaya diharapkan memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Bungursari,” ujarnya.
Berdasarkan data, Kota Tasikmalaya mendapatkan bantuan revitalisasi untuk 24 satuan pendidikan, yang terdiri dari 4 PAUD, 8 SD, 8 SMP, dan 4 SMA. Proyek revitalisasi ini mencakup pembangunan toilet dan sanitasi, area bermain serta Alat Permainan Edukatif (APE) luar ruang untuk PAUD, rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru beserta perabot, pembangunan ruang laboratorium, hingga ruang administrasi sekolah.
Atip menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. Perbaikan sarana dan prasarana diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pembelajaran berkualitas. “Ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu melalui penguatan sarana dan prasarana,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa kebijakan pendidikan di era Presiden Prabowo Subianto berfokus pada kualitas, mulai dari pemenuhan infrastruktur pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, hingga pengembangan kecakapan abad ke-21. “Literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi mencakup kompetensi, pemahaman, dan penguasaan pengetahuan di berbagai bidang,” jelas Atip.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, kondisi infrastruktur pendidikan di Kota Tasikmalaya masih memerlukan peningkatan, sehingga program revitalisasi sangat dibutuhkan. “Kami mengucapkan terima kasih atas revitalisasi sarana pendidikan di Kota Tasikmalaya yang sangat diharapkan,” ujarnya.
Asep menambahkan, pada tahun anggaran 2025 Pemerintah Kota Tasikmalaya juga melakukan rehabilitasi sejumlah bangunan sekolah. Saat ini, Kota Tasikmalaya memiliki 189 SD negeri dan 337 SD swasta, 21 SMP, serta 11 SMA dengan diresmikannya SMA Negeri 11 Tasikmalaya.
Ia menegaskan, keterbatasan kapasitas anggaran daerah membuat dukungan pemerintah pusat dan provinsi tetap dibutuhkan, khususnya dalam penyediaan sarana prasarana, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan kesiapan mendukung keberlanjutan program revitalisasi agar seluruh sekolah memiliki fasilitas yang layak dan mampu menunjang proses pembelajaran berkualitas dan berkelanjutan bagi peserta didik.






















