Headline.co.id, Bogor ~ JAKARTA — Proses seleksi penerimaan siswa baru di SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk tahun ajaran mendatang berlangsung dengan ketat dan kompetitif. Sebanyak 14.582 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi yang diselenggarakan oleh Polri bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) di Gedung Bhakti Dharma Waspada, STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, pada Minggu (11/1/2026). Dari jumlah peserta tersebut, hanya 180 siswa terbaik yang akan diterima untuk menempuh pendidikan di sekolah berasrama yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Tahun ini, panitia seleksi menggunakan Nusantara Standar Test (NST) sebagai metode utama dalam proses seleksi.
Dirgayuza Setiawan, Co-Founder Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia, menjelaskan bahwa Nusantara Standar Test dirancang untuk mengukur kemampuan peserta secara menyeluruh dan realistis. “Nusantara Standar Test ini mengedepankan empat aspek utama, yakni kemampuan logika, numerik, verbal, dan bahasa asing,” jelas Dirgayuza. Menurutnya, penerapan metode ini didasari oleh fenomena inflasi nilai yang sering terjadi di jenjang pendidikan SMP hingga SMA di berbagai daerah, sehingga diperlukan sistem seleksi yang dapat mengukur kemampuan riil peserta secara adil.
Dengan penerapan NST, Dirgayuza berharap proses seleksi tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga menjaring calon pemimpin masa depan dari latar belakang yang beragam. Pelaksanaan seleksi dilakukan dengan ketat dan transparan, melibatkan 176 pengawas dari YPKBI. Tes dibagi menjadi dua sesi, yaitu pagi dan siang, serta dilaksanakan melalui tahapan persiapan, verifikasi identitas, dan ujian tertulis.
Melalui sistem seleksi berbasis standar nasional ini, SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menjadi pilar pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.


















