Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pusat Krisis Kesehatan telah mengirimkan relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II yang berjumlah 119 orang. Para relawan ini ditugaskan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Relawan TCK Batch II ini terdiri dari berbagai tenaga profesional, termasuk 9 dokter spesialis, 16 dokter umum, 59 perawat, 4 tenaga gizi, 12 tenaga kesehatan lingkungan, serta tenaga non kesehatan lainnya. Mereka akan bertugas di 15 lokasi pelayanan, yang mencakup 1 rumah sakit yaitu RSUD Aceh Tamiang dan 14 titik layanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Pendamping Relawan TCK Batch II dari Kementerian Kesehatan di Aceh Tamiang, Tirta Muhammad Rizki, menjelaskan bahwa penugasan relawan ini difokuskan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal. Hal ini berlaku baik di fasilitas kesehatan rujukan maupun di titik-titik pengungsian. “Sebanyak 119 relawan TCK Batch II kami bagi ke dalam 15 lokus pelayanan. Lokus pertama berada di RSUD sebagai fasilitas rujukan utama yang terus kami upayakan agar dapat berfungsi maksimal, sementara 14 lokus lainnya berada di lokasi pengungsian masyarakat terdampak,” ujar Tirta Muhammad Rizki, Sabtu (10/1/2026).
Lebih lanjut, Tirta menambahkan bahwa kehadiran relawan lintas profesi ini bertujuan untuk menjawab berbagai kebutuhan kesehatan di lapangan. Mulai dari pelayanan medis dasar dan spesialistik, keperawatan, pemenuhan gizi, hingga pengendalian kesehatan lingkungan di area pengungsian. Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan situasi di Aceh Tamiang serta memastikan dukungan sumber daya kesehatan tersedia sesuai kebutuhan di lapangan, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat pascabencana.




















