Headline.co.id, Manggarai ~ Labuan Bajo. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Taman Nasional Komodo (TNK) telah resmi ditutup. Penutupan ini dilakukan setelah operasi berlangsung selama 15 hari dan dilaksanakan di Dermaga Marina Labuan Bajo pada Jumat, 9 Januari 2026. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa penutupan operasi SAR dilakukan sesuai prosedur setelah seluruh upaya maksimal dikerahkan oleh tim SAR gabungan.
“Operasi SAR telah dilaksanakan sejak 26 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026 dengan melibatkan seluruh potensi SAR. Upaya ini dilakukan secara profesional, terkoordinasi, dan mengedepankan nilai kemanusiaan, atas permintaan Kedutaan Besar Spanyol dan Uruguay,” ungkap Kombes Pol. Henry Novika Chandra. Apel penutupan dihadiri oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, S.E., Wakil Bupati Dr. Yulianus Weng, M.Kes, unsur TNI-Polri, Basarnas, KSOP, KPLP, BPBD, BNPB, serta perwakilan keluarga korban dan insan pers.
Dalam sambutannya, Kepala Basarnas Maumere menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel SAR gabungan yang telah bekerja tanpa lelah hingga hari ke-15 pencarian, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban apabila terdapat kekurangan selama operasi. Bupati Manggarai Barat dalam sambutannya menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban WNA asal Spanyol yang terdampak musibah tersebut.
“Meski operasi SAR secara resmi ditutup, pencarian secara kemanusiaan oleh masyarakat dan pihak-pihak terkait tetap terbuka. Kami berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Bupati. Bupati Manggarai Barat juga menegaskan bahwa solidaritas dan empati yang ditunjukkan seluruh unsur menjadi cerminan nilai kemanusiaan masyarakat Manggarai Barat dan Indonesia.
Perwakilan keluarga korban yang disampaikan Ketua Gahawisri Labuan Bajo menyampaikan apresiasi dan terima kasih dari Duta Besar Spanyol dan Uruguay atas upaya maksimal yang telah dilakukan oleh seluruh unsur SAR gabungan. Disebutkan bahwa salah satu orang tua korban yang masih berada di Labuan Bajo telah mengikhlaskan anaknya yang belum ditemukan dan mengapresiasi seluruh ikhtiar kemanusiaan, termasuk prosesi tabur bunga di lokasi kejadian.
Kabidhumas Polda NTT menjelaskan, dari empat Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi korban dalam peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah, tiga orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan satu orang, laki-laki Warga Negara Spanyol, dinyatakan hilang. “Penutupan operasi SAR ini tidak menghapus empati dan komitmen kemanusiaan. Polda NTT bersama seluruh pemangku kepentingan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta profesionalisme dalam setiap penanganan musibah,” tegas Kombes Pol Henry.
Apel penutupan ditandai dengan penandatanganan berita acara penutupan operasi SAR oleh unsur pemerintah daerah, Basarnas, KSOP, Polair Polres Manggarai Barat, dan Lanal Labuan Bajo.




















