Headline.co.id, Jakarta ~ Pertanyaan mengenai kapan pembukaan pendaftaran CPNS 2026 kembali mengemuka di tengah masyarakat, menyusul tidak digelarnya seleksi CPNS pada 2025. Hingga saat ini, pemerintah menegaskan belum ada keputusan resmi terkait jadwal pendaftaran CPNS 2026. Penetapan waktu seleksi masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto serta hasil perhitungan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di kementerian dan lembaga. Pemerintah memastikan proses tersebut dilakukan secara cermat agar rekrutmen tepat sasaran dan sesuai prioritas pembangunan nasional.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan bahwa peluang pembukaan CPNS 2026 tetap terbuka, meskipun jadwalnya belum dapat dipastikan. Ia menekankan bahwa arah rekrutmen ke depan akan memberi ruang lebih besar bagi lulusan baru atau fresh graduate.
“Kemarin kan kita memang banyak fokus untuk menyelesaikan tenaga honorer. Ke depannya saya sih berharap saya bisa fokus kepada para fresh graduate untuk bisa ikut serta menjadi bagian daripada birokrasi,” ujar Rini di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Menurut Rini, Kementerian PANRB telah meminta seluruh kementerian dan lembaga melakukan analisis kebutuhan pegawai berdasarkan strategi pembangunan lima tahun ke depan. Analisis tersebut bertujuan memetakan jabatan yang benar-benar membutuhkan regenerasi ASN.
“Tentunya saya sangat concern terhadap bagaimana regenerasi untuk para ASN dan tentunya para fresh graduate,” lanjutnya.
Selain itu, analisis kebutuhan juga mencakup kementerian dan lembaga baru untuk memastikan adanya jabatan yang memerlukan tambahan pegawai. Sebagai perbandingan, pendaftaran CPNS terakhir digelar pada Agustus 2024 dengan total 250.407 formasi di 547 instansi pusat dan daerah.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan menyatakan kesiapan membuka formasi CPNS 2026 dengan skema rekrutmen yang lebih terbuka. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan seleksi CPNS Kemenkeu tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan PKN STAN, tetapi juga lulusan luar STAN, termasuk lulusan SMA.
“Saya pikir akan terbuka hybrid. Ada STAN, ada luar STAN,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025).
Ia menegaskan bahwa jalur non-STAN tidak menghapus jalur STAN. Pelamar umum tetap mendapatkan porsi sesuai kebutuhan. Salah satu kebutuhan yang disorot adalah tenaga lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Kita akan rekrut 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Direkrut di masing-masing lokasinya nanti,” ujarnya.
Rekrutmen tersebut diharapkan memperkuat sumber daya manusia Kemenkeu sekaligus meningkatkan optimalisasi layanan publik, khususnya di sektor pengawasan Bea dan Cukai. Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029, tercatat kebutuhan rekrutmen CASN 2025 sebanyak 2.100 orang. Sementara kebutuhan CASN 2026–2029 diproyeksikan mencapai 4.350 orang per tahun atau total 19.500 orang. Data HRIS juga mencatat sebanyak 5.738 pegawai akan memasuki batas usia pensiun pada periode 2025–2029, serta proyeksi 2.010 pegawai keluar akibat turn over.
Selain Kemenkeu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengajukan penambahan formasi periset dalam seleksi CPNS 2026. Kepala BRIN Arif Satria menilai tambahan periset diperlukan untuk mengejar ketertinggalan jumlah peneliti nasional.
“Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan,” kata Arif di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk, jauh tertinggal dibanding negara maju yang mencapai sekitar 4.000 peneliti per satu juta penduduk. Adapun bidang prioritas rekrutmen periset CPNS BRIN 2026 meliputi pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomics, antariksa, sains material, serta teknologi keberlanjutan. BRIN juga membuka peluang bagi lulusan ilmu sosial untuk mendukung riset lintas sektor.
“Untuk bisa menghasilkan alat-alat pertanian yang kuat, yang bagus kan butuh ahli material science, butuh ahli engineering,” ujar Arif.
Sementara itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa pembukaan seleksi CPNS 2026 sangat bergantung pada pengajuan formasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menyebut jumlah usulan formasi yang masuk hingga kini masih terbatas.
“Kalau tidak ada yang mengajukan formasi, maka tidak ada tes CPNS, karena tidak ada formasi yang tersedia,” kata Zudan, Rabu (10/12/2025).
Minimnya usulan formasi tersebut membuat pemerintah belum dapat menetapkan jadwal pendaftaran CPNS 2026. Pengajuan formasi menjadi tahap awal yang berkaitan dengan perencanaan anggaran serta efektivitas pengisian jabatan.
Sebagai gambaran, pendaftaran CPNS dilakukan secara terpusat melalui laman SSCASN BKN di sscasn.bkn.go.id yang akan menjadi pintu resmi pendaftaran CPNS 2026. Syarat umum CPNS meliputi WNI berusia 18–35 tahun atau maksimal 40 tahun untuk jabatan tertentu, tidak pernah dipidana penjara dua tahun atau lebih, tidak pernah diberhentikan tidak hormat, bukan anggota atau pengurus partai politik, memiliki kualifikasi pendidikan sesuai formasi, serta sehat jasmani dan rohani. Pelamar juga perlu menyiapkan dokumen seperti KTP, ijazah, transkrip nilai, pas foto berlatar merah, swafoto, dan dokumen tambahan sesuai ketentuan instansi.
Mengacu seleksi sebelumnya, pembuatan akun SSCASN dilakukan dengan mengakses laman resmi, memilih menu “Buat Akun”, mengisi data sesuai KTP, mengunggah KTP dan swafoto, membuat kata sandi, lalu login kembali untuk melengkapi biodata, memilih formasi, serta mengunggah dokumen persyaratan.
Hingga kini, jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026 belum ditetapkan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BKN dan Kementerian PANRB agar tidak tertinggal pengumuman penting terkait pembukaan seleksi CPNS 2026.






















