Headline.co.id, OKU Timur ~ Banjir meluas di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, dan merendam 1.359 rumah warga yang tersebar di 23 desa pada empat kecamatan, Jumat (9/1/2026). Peristiwa ini dipicu hujan deras yang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman. Data tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan sebagai laporan terbaru kondisi lapangan. Hingga saat ini, sebagian wilayah mulai surut, sementara penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap kepada warga terdampak.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa banjir melanda Kecamatan Belitang II, Belitang III, Semendawai Suku III, dan Belitang Mulya. “Dari data hari ini, banjir terjadi di empat kecamatan. Di Belitang II banjir terjadi di delapan desa, Belitang III enam desa, Semendawai Suku III empat desa, dan Belitang Mulya lima desa,” ujar Sudirman, Jumat (9/1/2026).
Wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak berada di Kecamatan Belitang II, yakni 871 unit. Rinciannya meliputi Desa Tanjung Muning sebanyak delapan rumah, Sumber Makmur tujuh rumah, Tegal Besar 13 rumah, Raman Jaya 241 rumah, Kemuning Jaya 39 rumah, Keli Rejo 50 rumah, Batu Mas 226 rumah, serta Bangun Rejo 287 rumah. Data ini dihimpun langsung dari laporan lapangan BPBD dan pemerintah desa setempat.
Sementara itu, di Kecamatan Belitang III tercatat 101 rumah terendam banjir. Rumah terdampak berada di Desa Nusa Jaya sebanyak 52 unit, Nusa Bali empat unit, Nusa Tenggara 12 unit, Senu Marga 12 unit, Karang Sari enam unit, serta Ringin Sari 15 unit.
Kecamatan Semendawai Suku III mencatat total 261 rumah terdampak. Rinciannya, Desa Taman Harjo 61 unit, Cahyanegeri 84 unit, Gunung Sugih 111 unit, dan Kerujon lima unit. Sedangkan di Kecamatan Belitang Mulya terdapat 126 rumah terendam, yang tersebar di Desa Sukoharjo enam unit, Tulung Sari 10 unit, Ulak Buntar 18 unit, Purwodadi 84 unit, serta Rejosari delapan unit.
Menurut Sudirman, penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi yang memicu meluapnya air sungai dan masuk ke kawasan permukiman warga. “Banjir ini akibat hujan deras yang menyebabkan meluapnya air sungai di wilayah tersebut dan merendam pemukiman warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi terkini menunjukkan sebagian wilayah sudah mulai surut, meski masih ada beberapa titik yang tergenang. BPBD bersama pihak terkait terus memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. “Kondisi saat ini banjir sudah berangsur surut dan ada juga sebagian yang masih tergenang. Bantuan juga secara bertahap telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak,” pungkas Sudirman.



















