Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya pengelolaan bonus secara bijak bagi atlet dan pelatih berprestasi di SEA Games ke-33 Tahun 2025 yang berlangsung di Thailand. Bonus ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, sejalan dengan Asta-Cita pembangunan nasional. Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo saat acara penyerahan simbolis bonus di Istana Negara.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp465,25 miliar untuk bonus ini, menjadikannya yang terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di SEA Games. “Penghargaan berupa uang ini maksudnya adalah untuk menjadi tabunganmu di masa-masa yang akan datang,” ujar Presiden Prabowo dalam arahannya kepada para atlet dan pelatih, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (9/1/2026).
Presiden menekankan bahwa mayoritas atlet Indonesia masih berusia muda, sehingga bonus tersebut harus dimanfaatkan sebagai modal kehidupan dan perlindungan masa depan, bukan untuk konsumsi sesaat. Ia mengingatkan agar bonus tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. “Jangan dipakai untuk yang tidak positif. Gunakan untuk berbuat baik, tabung untuk orang tuamu, untuk dirimu,” tegas Presiden.
Presiden juga mencontohkan atlet angkat besi Rizki Juniansyah, yang dinilai dapat memanfaatkan bonus sebagai bekal membangun rumah tangga dan kehidupan ke depan. Pesan ini ditujukan kepada seluruh atlet agar memandang bonus sebagai amanah negara.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa kebijakan bonus ini merupakan bentuk nyata keberpihakan Presiden Prabowo terhadap masa depan atlet dan pelatih. Menpora menyebut, Presiden bahkan meminta agar skema dana pensiun atlet dan pelatih segera dipersiapkan sebagai bagian dari sistem perlindungan jangka panjang. “Ini bukan hanya soal bonus. Bapak Presiden ingin memastikan masa depan atlet terjamin. Karena itu, bonus ini adalah amanah yang harus dijaga,” ujar Menpora Erick.
Ia menjelaskan bahwa Kemenpora juga telah memberikan pembekalan literasi keuangan kepada atlet dan pelatih agar mampu mengelola penghargaan negara secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. “Kami harapkan bonus ini tidak dihambur-hamburkan. Utamakan masa depan. Literasi keuangan menjadi bagian penting dari pembinaan atlet nasional,” tandasnya.
Kebijakan penghargaan atlet ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya agenda pembangunan manusia Indonesia yang unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing global. Pemerintah menempatkan olahraga sebagai instrumen strategis pembangunan karakter, disiplin, serta ketahanan sosial-ekonomi generasi muda. Dengan pendekatan tersebut, prestasi olahraga tidak hanya dipandang sebagai capaian medali, tetapi juga sebagai investasi negara dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan.

















