Headline.co.id, Lumajang ~ Program Wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Kecamatan Kunir, Lumajang, berhasil meluluskan 157 orang tua dari delapan desa. Program yang berlangsung dari November hingga Desember 2025 ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam mendukung perkembangan generasi masa depan. Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa SOTH adalah investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia, bukan sekadar program edukatif.
Dewi Natalia menyatakan bahwa keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kesehatan anak. “Keluarga adalah sekolah pertama. Dari sanalah nilai, kebiasaan, dan pola pikir anak dibentuk. SOTH hadir untuk memastikan orang tua memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran yang memadai dalam menjalankan peran strategis tersebut,” ujarnya saat wisuda SOTH, Kamis (8/1/2026).
Keberhasilan SOTH, menurut Dewi, tidak hanya diukur dari prosesi wisuda, tetapi juga dari perubahan nyata dalam pola pengasuhan di rumah. Materi pembelajaran yang diberikan meliputi pemahaman 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), gizi seimbang, stimulasi tumbuh kembang balita, hingga pengasuhan positif. Semua ini sejalan dengan upaya pencegahan stunting dan penguatan karakter anak sejak usia dini.
Dewi juga mengapresiasi para orang tua, terutama ibu balita, yang mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dengan konsisten. Partisipasi aktif ini menunjukkan meningkatnya kesadaran keluarga akan pentingnya pengasuhan berbasis pengetahuan sebagai kunci melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. Ia mendorong agar ilmu yang diperoleh tidak hanya diterapkan dalam keluarga masing-masing, tetapi juga ditularkan ke lingkungan sekitar.
Pelaksanaan wisuda yang dibagi dalam tiga tahap, baik secara mandiri di desa maupun terpusat di Pendopo Kecamatan Kunir, mencerminkan kesiapan serta dukungan kuat pemerintah desa dan lintas sektor dalam menyukseskan program pembangunan keluarga. “Melalui SOTH, kita sedang menanam fondasi Generasi Emas 2045. Anak-anak yang tumbuh dari keluarga yang sadar gizi, sadar pengasuhan, dan kaya nilai positif akan menjadi kekuatan utama Lumajang menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Dewi Natalia.

















