Headline.co.id, Bantul ~ Percobaan pencurian kotak infaq terjadi di Mushola Aulia Nur Iman, Dusun Ciren, RT 03, Triharjo, Pandak, Bantul, pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang pria berinisial RS (32), warga Wonosari, Gunungkidul, diamankan warga setelah aksinya diketahui melalui bunyi alarm kotak infaq. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi yang mendengar alarm berbunyi, lalu mendapati pelaku berada di serambi mushola. Pelaku kemudian diamankan bersama barang bukti dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut berdasarkan laporan tertulis yang diterima redaksi. “Saksi pertama mendengar alarm kotak infaq berbunyi, kemudian menuju ke mushola dan melihat terduga pelaku berada di serambi. Saksi berteriak meminta bantuan, lalu saksi kedua datang dan bersama-sama mengamankan pelaku,” kata Iptu Rita Hidayanto dalam keterangan tertulis kepada headline.co.id.
Menurut data kepolisian, saksi dalam peristiwa ini adalah Fita Sunarno (42) dan Mulyanto (39), keduanya warga Dusun Ciren, Triharjo, Pandak. Sementara korban sekaligus pihak yang dirugikan adalah Tri Budi Santoso (54), selaku takmir Mushola Aulia Nur Iman.
Saat diamankan, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya. Barang bukti tersebut antara lain satu buah obeng, satu buah palu, satu tas gendong warna hitam, satu kotak infaq, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter dengan nomor polisi AB 4704 WZ dalam kondisi dipreteli, serta uang tunai sebesar Rp275.000.
“Barang bukti berupa alat dan uang tunai sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Iptu Rita.
Kronologi kejadian bermula ketika alarm kotak infaq mushola berbunyi secara tiba-tiba. Fita Sunarno yang berada tidak jauh dari lokasi segera mendatangi mushola untuk memastikan sumber suara. Di serambi mushola, ia melihat seorang pria yang diduga sedang berusaha membuka kotak infaq. Fita kemudian berteriak sehingga mengundang perhatian warga sekitar, termasuk Mulyanto, yang langsung membantu mengamankan pelaku sebelum diserahkan ke pihak berwajib.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kejadian tersebut sempat menimbulkan keresahan warga sekitar karena lokasi mushola berada di kawasan permukiman.
Iptu Rita menegaskan bahwa kepolisian masih mendalami kasus ini untuk memastikan motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. “Terduga pelaku sudah diamankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.



















