Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi salah satu perguruan tinggi negeri paling diminati calon mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Data resmi SNPMB yang dipublikasikan menjelang penerimaan SNBP 2025 menunjukkan lima program studi di UGM mencatat jumlah peminat tertinggi. Tingginya animo pendaftar dipengaruhi reputasi akademik, kualitas kurikulum, serta prospek karier lulusan yang luas. Data peminat SNBP 2024 dan daya tampung SNBP 2025 kini menjadi acuan utama bagi peserta yang akan mendaftar SNBP 2026.
Berdasarkan data tersebut, program studi Kedokteran menempati posisi teratas dengan 2.159 peminat dan daya tampung 53 kursi. Posisi berikutnya ditempati Psikologi dengan 1.614 peminat dan daya tampung 68 kursi, Farmasi 1.540 peminat dengan daya tampung 72 kursi, Hukum 1.504 peminat dengan daya tampung 96 kursi, serta Manajemen dengan 1.220 peminat dan daya tampung 45 kursi.
Ketimpangan antara jumlah peminat dan daya tampung menunjukkan tingkat persaingan yang ketat, terutama pada jurusan-jurusan favorit. Kondisi ini mendorong calon mahasiswa untuk tidak hanya mempertimbangkan popularitas jurusan, tetapi juga memahami karakter pembelajaran dan peluang karier setelah lulus.
Untuk program studi Kedokteran, laman resmi UGM menjelaskan bahwa mahasiswa dibekali ilmu dasar medis hingga kompetensi klinik. Dalam panduan resminya disebutkan, Kurikulum menggabungkan problem-based learning dan praktik klinik melalui pendekatan berbasis kompetensi.Lulusan Kedokteran memiliki peluang berkarier sebagai dokter umum di rumah sakit, klinik, instansi pemerintah, peneliti medis, hingga membuka praktik mandiri setelah menempuh pendidikan profesi.
Sementara itu, program studi Psikologi berfokus pada pemahaman perilaku manusia, asesmen, riset, serta intervensi psikologis. Dalam penjelasan resmi UGM disebutkan bahwa mahasiswa mempelajari teori perkembangan, psikologi sosial, dan teknik pengukuran psikologis. “Pembelajaran diarahkan pada kemampuan analisis perilaku dan penerapan intervensi psikologis di berbagai konteks,” tulis UGM dalam panduannya. Lulusan Psikologi berpeluang bekerja sebagai konselor, psikolog industri, peneliti, hingga perancang program pembelajaran.
Di jurusan Farmasi, mahasiswa mempelajari farmakologi, pengembangan obat, pelayanan farmasi klinis, serta bioteknologi obat. Melansir laman resmi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, pembelajaran diarahkan pada kompetensi pelayanan dan riset obat. “Mahasiswa dibekali kemampuan pelayanan farmasi klinis dan pengembangan produk farmasi berbasis riset,” tertulis dalam keterangan fakultas. Prospek karier lulusan meliputi apoteker klinis, peneliti biofarmasi, analis regulasi obat, hingga bekerja di industri kesehatan.
Untuk program studi Hukum, kurikulum mencakup hukum pidana, perdata, bisnis, hukum internasional, serta praktik litigasi. Dalam buku panduan resmi UGM dijelaskan bahwa pembelajaran dirancang untuk memperkuat kemampuan analisis hukum dan praktik profesi. Lulusan Hukum dapat berkarier sebagai pengacara, konsultan hukum, jaksa, hakim, maupun perancang kebijakan di lembaga pemerintah dan swasta.
Adapun program studi Manajemen membekali mahasiswa dengan dasar-dasar manajemen pemasaran, keuangan, operasional, serta strategi bisnis. UGM dalam panduan akademiknya menyebutkan bahwa fokus pembelajaran diarahkan pada pengambilan keputusan bisnis berbasis analisis. Lulusan Manajemen berpeluang menjadi manajer proyek, analis bisnis, konsultan, wirausaha, maupun menduduki posisi manajerial di sektor publik dan swasta.
Data peminat dan daya tampung ini menjadi gambaran awal tingkat persaingan masuk UGM melalui jalur SNBP. Calon mahasiswa diharapkan cermat mempertimbangkan minat, kemampuan akademik, serta prospek karier sebelum menentukan pilihan jurusan.








