Headline.co.id, Bojonegoro ~ Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek infrastruktur Tahun Anggaran 2025 dengan tata kelola yang baik dan transparan. Untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai ketentuan hukum, Pemkab Bojonegoro telah berkoordinasi intensif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fokus utama saat ini adalah pembangunan trotoar dan saluran drainase di wilayah perkotaan.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan bahwa pembayaran kepada penyedia jasa dilakukan berdasarkan progres fisik riil di lapangan per 31 Desember 2025. “Pembayaran dilakukan berdasarkan kondisi fisik riil saat itu. Hal ini merupakan strategi tepat agar ke depan tidak muncul permasalahan hukum atau ‘tabungan masalah’,” tegas Nurul Azizah dalam keterangan pers yang diterima pada Kamis (8/1/2025).
Hasil koordinasi dengan KPK menunjukkan bahwa proyek fisik yang belum tuntas di akhir tahun diberikan waktu perpanjangan pengerjaan selama 50 hari kalender. Namun, Nurul Azizah menekankan adanya konsekuensi tegas jika batas waktu tersebut tidak dipenuhi. “Jika selama masa perpanjangan 50 hari pengerjaan belum selesai, maka pembayaran akan ditunda. Anggarannya akan dimasukkan kembali pada Perubahan APBD (P-APBD) berikutnya,” jelasnya.
Nurul Azizah juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menggunakan kondisi ini sebagai bahan evaluasi agar penyusunan jadwal pengerjaan lebih akurat dan efisien di masa mendatang. “Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan segera tuntas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Bojonegoro,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, Zunaidi, menyampaikan bahwa progres rehabilitasi trotoar dan drainase yang mencakup tujuh ruas jalan utama di Bojonegoro menunjukkan tren positif. “Dua ruas telah selesai 100 persen, yakni Jalan WR Supratman Timur dan Jalan KH. Mansyur. Ruas lainnya rata-rata sudah di atas 80 persen,” ujarnya.
Ruas dengan progres di atas 80 persen meliputi Jalan WR Supratman Barat, Jalan AKBP M. Soeroko, Jalan Sawunggaling, Jalan Agung Suprapto, Jalan Pattimura, dan Jalan Panglima Polim. Dengan capaian tersebut, Pemkab Bojonegoro optimistis wajah kota akan semakin tertata, nyaman bagi pejalan kaki, dan bebas genangan saat musim hujan.








