Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya meningkatkan perlindungan kesehatan anak dengan memperkenalkan vaksin Pulmeera sebagai bagian dari program imunisasi nasional. Vaksin ini merupakan salah satu merek dari Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) yang bertujuan untuk menekan angka kematian balita akibat pneumonia, sebuah penyakit infeksi paru-paru yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia.
Pneumonia bertanggung jawab atas sekitar 14 persen kematian balita di Indonesia, yang berarti dua hingga tiga balita meninggal setiap jam akibat penyakit ini. Kondisi ini menempatkan Indonesia dalam daftar 10 besar negara dengan kematian balita akibat pneumonia tertinggi di dunia. Oleh karena itu, penguatan pencegahan melalui imunisasi PCV menjadi langkah yang sangat penting dan tidak bisa ditunda.
Ketua Tim Kerja Imunisasi Khusus dan Tambahan Kementerian Kesehatan, dr. Endang Budi Hastuti, MKM, menjelaskan bahwa bakteri Pneumococcus adalah penyebab utama pneumonia pada anak dan dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi. “Anak di atas usia 24 bulan hingga sebelum 5 tahun yang belum pernah menerima imunisasi PCV tetap dapat memperoleh satu dosis PCV sebagai perlindungan terhadap pneumonia,” tambah Endang.
Vaksin PCV, termasuk Pulmeera, diberikan melalui suntikan intramuskular di area paha dengan dosis 0,5 mililiter. Dengan semakin luasnya akses dan kejelasan panduan imunisasi kejar, pemerintah berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan terlindungi hanya karena keterlambatan jadwal imunisasi.
Melalui penguatan imunisasi PCV, Kemenkes mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan optimal sejak dini demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat menuju Generasi Emas 2045.




















