Headline.co.id, Kubu Raya ~ Sebanyak 198 perempuan dari 20 desa di Kabupaten Kubu Raya telah diwisuda dalam acara Wisuda Akademi Paradigta 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kubu Raya pada Rabu (7/1/2026). Acara ini merupakan puncak dari program pemberdayaan perempuan desa yang dilaksanakan melalui Akademi Paradigta. Para peserta wisuda adalah perempuan yang memiliki peran ganda, baik sebagai ibu rumah tangga maupun kepala keluarga, sehingga mereka dibekali dengan berbagai keterampilan seperti kepemimpinan, kewirausahaan, komunikasi, hingga peningkatan kepercayaan diri.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dalam sambutannya menegaskan bahwa perhatian terhadap perempuan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. “Ketika kita mengurus perempuan, mengurus ibu-ibu, sejatinya kita sedang memperkokoh tiang negara. Karena perempuan adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anak kita,” ujar Sujiwo.
Sujiwo juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus mendukung Akademi Paradigta, baik dari sisi kebijakan maupun penguatan anggaran. Ia bahkan meminta agar dukungan dana bagi Paradigta ditingkatkan dalam perubahan APBD 2026. “Saya minta agar dukungan anggaran ditambah hingga Rp100 juta agar mentor-mentor dapat bekerja lebih optimal. Ini bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung pemberdayaan perempuan,” tambahnya.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai organisasi perempuan, seperti PKK, GOW, Dharma Wanita, BKMT, Muslimat, dan Akademi Paradigta, guna memperkuat pelaksanaan program pemerintah dan mempercepat pembangunan di tingkat desa. Menurut Sujiwo, Akademi Paradigta di Kubu Raya tidak boleh berhenti pada seremoni wisuda, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang aplikatif di tengah masyarakat. “Paradigta tidak boleh hanya ramai saat wisuda. Harus hidup, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Saya melihat kepercayaan diri para wisudawati meningkat, ini membuktikan pelatihan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komite Nasional Pendidikan Akademi Paradigta Indonesia, Nani Zulminarni, menyampaikan bahwa Akademi Paradigta adalah ruang belajar bagi perempuan desa untuk memperkuat kapasitas diri, baik dari sisi kepemimpinan, keterampilan ekonomi, hingga komunikasi. Nani menekankan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga membangun peran strategis perempuan dalam kehidupan sosial serta pembangunan desa.


















