Headline.co.id, Gresik ~ Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan wisata edukasi berbasis literasi digital melalui kunjungan ke Gresik Universal Science (GUS) pada Selasa (6/1/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi GUS dengan menggunakan Bus Trans Jatim dari Terminal Bunder menuju kawasan Islamic Center. Kehadiran Gubernur yang didampingi cucunya ini menjadi simbol dukungan terhadap penggunaan transportasi publik serta penguatan akses ke destinasi wisata edukatif yang inklusif.
GUS telah di-soft launching pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang pelajar. Sejak dibuka untuk umum, destinasi ini telah menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah, didominasi oleh pelajar dan keluarga, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata edukasi berbasis sejarah dan budaya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa GUS dirancang sebagai ruang belajar alternatif yang mendorong pengunjung menikmati konten secara bertahap. Pendekatan ini bertujuan agar pesan sejarah, budaya, dan identitas Gresik dapat terserap secara utuh.
“Tidak perlu terburu-buru saat berkunjung. Idealnya setiap ruangan dinikmati sekitar 10 menit agar suguhan sejarah dan budaya Gresik bisa dipahami secara maksimal,” ujar Bupati Yani. Menurutnya, antusiasme pengunjung sejak soft opening menjadi indikator kuat bahwa wisata edukasi budaya dan sejarah memiliki daya tarik tersendiri. GUS diharapkan memperkuat literasi publik sekaligus identitas budaya daerah.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah mengapresiasi inisiatif Pemkab Gresik menghadirkan GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif—mulai dari budaya, kuliner, hingga mata pencaharian masyarakat di tiap kecamatan. “Potensi yang ditampilkan sangat lengkap. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya,” ungkap Khofifah.
Ia menilai strategi penyajian berbasis audio-visual membuat literasi lebih relevan dengan kebiasaan masyarakat saat ini, terutama generasi muda. “Masyarakat kini cenderung lebih menyukai pendekatan audio-visual. Dengan model ini, pengetahuan tetap tersampaikan sekaligus meningkatkan literasi,” tambahnya. Salah satu ruang yang mendapat perhatian khusus adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Instalasi tersebut dinilai tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.
“Ruang Damarkurung ini luar biasa. Saya berharap bisa memantik ketertarikan generasi muda dan melahirkan talenta-talenta baru penerus Mbah Masmundari,” ujar Khofifah. Dari sisi aksesibilitas, Gubernur Khofifah menilai lokasi GUS sangat strategis karena terintegrasi dengan rute Bus Trans Jatim. Konektivitas ini mendukung GUS sebagai destinasi edukasi yang ramah, inklusif, dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
Melalui pengembangan GUS dan dukungan transportasi publik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Gresik menegaskan komitmen menghadirkan ruang literasi modern yang memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pembelajaran sepanjang hayat bagi masyarakat.



















