Headline.co.id, Blangkejeren ~ Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengungkapkan bahwa kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke Kabupaten Gayo Lues pada Minggu (4/1/2026) menunjukkan keseriusan Pemerintah Pusat dalam menangani rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana. Fokus utama adalah wilayah Gayo Lues dan secara lebih luas di Aceh serta Sumatra.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU meninjau langsung kerusakan parah di jalur utama penghubung Aceh Tenggara–Gayo Lues, yang juga merupakan jalur logistik penting bagi masyarakat setempat. “Alhamdulillah, tadi kita bersama Pak Menteri PU sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Beliau menyaksikan sendiri bagaimana beratnya kerusakan akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Suhaidi.
Bupati Suhaidi menyatakan bahwa Menteri PU telah menginstruksikan Balai terkait dan PT Hutama Karya (HK) untuk segera memproses dan merencanakan pembangunan jalan lintas Aceh Tenggara–Gayo Lues agar lebih baik dan berkelanjutan. Ia berharap perbaikan dapat dilakukan dengan cepat, tidak hanya pada jalan nasional, tetapi juga jalan provinsi dan kabupaten. Menteri PU telah berkomitmen bahwa seluruh penanganan akan dibantu oleh Pemerintah Pusat tanpa memandang batas kewenangan.
Sebelum kunjungan Menteri PU, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) telah lebih dahulu meninjau lokasi. Dirjen SDA menyoroti kerusakan sungai dan wilayah sungai yang memerlukan penanganan segera. Bupati menegaskan bahwa jalur penghubung Aceh Tenggara–Gayo Lues dan Gayo Lues–Aceh Barat Daya (Abdya) banyak bersinggungan dengan aliran sungai, sehingga penanganan jalan dan sungai harus dilakukan secara terpadu.
Kepala Dinas PUPR Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, menyatakan bahwa kerusakan infrastruktur akibat bencana cukup masif. Tercatat 55 ruas jalan dan 105 unit jembatan mengalami kerusakan, termasuk 13 jembatan rangka baja, 21 jembatan baja komposit, 58 jembatan gantung, tiga jembatan bailey, serta 10 jembatan baja WF. Selain itu, 60 jaringan irigasi di seluruh wilayah Kabupaten Gayo Lues mengalami kerusakan, dan 58 titik bangunan pengaman tebing sungai dilaporkan hanyut akibat tingginya debit air saat banjir bandang.




















